-->

Kritik terhadap Mahasiswa Liberal

 

By Abi Ali Al-Qahtani | Pengamat Politik Luar Negeri.

Viral dimedia sosial Mahasiswa UIN Jember melakukan joget-jogetan dimasjid. Pertanyaannya apakah tidak ada tempat lain hingga harus menggunakan masjid. Masjid dibangun untuk tempat ibadah bukan tempat melakukan ekspresi nyanyian yang bersifat haram apalagi joget-jogetan. Kalau mau joget-jogetan dikafe atau diskotik bukan dimasjid. Mahasiswa banyak yang liberal, tingkah laku banyak melanggar hukum syara'. Bagaimana mungkin kampus memberikan kebebasan kepada Mahasiswa, Apalagi Mahasiswa UIN yang ada yang berlabelkan Islam.

Memang banyak Universitas berlabelkan islam, namun islam hanya sebagai simbolis untuk menarik perhatian masyarakat agar anak-anak mau menyekolahkan dikampus tersebut. Padahal sejatinya kampus tersebut dijadikan lahan bisnis urusan perut, yang kedua dijadikan lembaga pendidikan mencetak mahasiswa yang liberal, sekuler. Supaya menerima ide-ide Kapitalis Barat yaitu Amerika Serikat. Tak heran juga banyak dunia pendidikan yang sudah didoktrin oleh ide-ide sekuler baik sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah menengah Atas bahkan perguruan tinggi. Ini semua merupakan desain politik sekuler melemahkan kaum muslimin melalui pemikiran.

Amerika serikat dan antek-anteknya sangat paham, bahwa islam tidak akan mampu dilawan dengan perang fisik, namun harus dilawan dengan perang pemikiran. Maka dicarilah kesalahan dalam Al-Qur'an dan Hadits. Sejak jaman Khilafah Abbasiyah kaum muslimin sudah mulai lemah, ditinggalnya bahasa Arab, kaum muslimin sudah mulai belajar pemikiran filsafat. Sejatinya pemikiran ini menjauhkan umat dari pemahaman islam yang benar. Belum lagi dijama Khilafah Turki Ustmani serangan misionaris melalui UU barat masuk dalam daulah islam.

Pemikiran-pemikiran moderat inilah yang terus dilakukan oleh barat, supaya umat islam anti akan islam dan menjauhi agamanya sendiri. Barat dengan segala kekuatan politik kapitalis terus menggembor-gembor pemikirannya, terutama Radikal. Bagi Barat Radikal itu anti demokrasi, anti Pancasilaa, Menolak NKR!. Bahkan Radikal menurut Amerika Serikat kaum muslimin yang memperjuangkan syariat dan Khilafah. Ini membuktikan Barat sangat benci terhadap Islam.

Tahukah kaum muslimin dimanapun berada, Barat tidak akan pernah ridho jika ISLAM bangkit. Maka isu radikal sejatinya untuk memerangi pemikiran islam yang benar. Maka mari kita sadar bahwa ISLAM akan bangkit kembali dengan dakwah politik. Amerika serikat sangatlah takut jika umat islam bangkit. Maka kebangkitan Islam berada dipundak masing-masing kaum muslimin. Bagaimana menjadikan islam sebagai pemikiran, perasaan dam peraturan yang menyeluruh terutama dalam bernegara.

Terjadinya tindakan liberal oleh mahasiswa dengan melakukan joget-jogetan dimasjid karena disebabkan tidak diterapkan syariat Islam secara kaffah dalam negara. Justru aturan demokrasi kapitalis sekuler Barat yang dijadikan pondasi dan UU negara. Padahal indonesiaa mayoritas Islam mestinya aturan negara harus berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Perlu ada renungan yang mendalam yang harus dipikirkan oleh kaum muslimin. Selama indonesiaa Merdeka apa yang negara berikan kepada masyarakat ? Bukankah miskin merajalela, pembunuhan dimana-mana, pemerkosaan, Minuman dan mabuk dimana-mana maupun lainnya. Ini menunjukan potret negara yang diatur dengan Pemikiran demokrasi Barat. Maka umat islam harus sadar bahwa tidak ada aturan yang haq untuk mengatur kehidupan kecuali islam.

#YukHijrah
#TinggalkanDemokraSi
#GantiSistemDenganISLAMKaffah

0 Response to "Kritik terhadap Mahasiswa Liberal"

Post a Comment