-->

Islam Menjadi Inspirasi, Aspirasi dan Solusi

  Oleh: Yulia Putbuha

Jabatan menteri agama kini telah berganti. Dalam acara serah terima jabatan, menteri agama yang baru Yaqut Cholil Qoumas mengatakan "Melalui Kementerian Agama ini, saya ingin menjadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Itu kalau di-breakdown akan luar biasa," (Kompas.com,23/12/2020).

Sekilas pernyataan tersebut terlihat bijaksana. Namun jika diteliti lebih dalam secara kaidah bahasa, ada upaya untuk membenturkan dua kata yakni inspirasi dan aspirasi. Dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI), Pengertian inspirasi adalah sebuah ilham. Maksudnya adalah ilham yang datang pada pikiran manusia dan akhirnya melekat pada jiwa atau hati manusia, akan tetapi inspirasi biasanya justru datang ketika ada rangsangan dari luar diri .

Sedangkan aspirasi menurut KBBI adalah sebuah keinginan kuat atau cita cita. Dengan perngertian lain, aspirasi adalah harapan kepada perubahan yang lebih baik untuk mencapai kesuksesan pada masa yang akan datang .

Menilik pada pengertian itu, sejatinya inspirasi dan aspirasi memiliki makna yang satu sama lain bisa saling melengkapi . jika disematkan kepada agama dalam hal ini Islam khususnya, Islam merupakan agama yang bisa menjadi inspirasi bagi kehidupan manusia. karena Islam menuntun manusia untuk dapat hidup sesuai aturan sang pencipta . Islam juga agama yang sempurna, tak hanya berisi tentang ibadah namun juga tuntunan untuk melakukan aktivitas sosial antara manusia.

Misalnya, tata cara jual beli, keharaman riba, hingga aturan bermasyarakat dan bernegara diatur sedemikian rupa.

Demikian lengkapnya tuntunan Islam tersebut sehingga menjadi inspirasi bagi barat untuk meraih kejayaan seperti yang pernah umat Islam dapatkan selama 13 abad Silam.

Keberhasilan yang diraih oleh islam tak lain adalah karena agama ini bersumber dari wahyu tuhan, yakni Allah swt. Keberhasilannya merespon dinamika lintas zaman membuat islam menjadi agama terbesar di dunia dengan pengalaman empirik yang gemilang sepanjang peradaban manusia.

Karenanya sebagai umat islam, menjadi kewajiban menjadikan agamanya sebagai aspirasi dalam hidupnya. Memiliki keinginan yang kuat, serta cita cita agar agama ini bisa menjadi rahmat bagi seluruh alam dengan penerapan yang kaafah.

Terwujudnya aspirasi umat dengan tegaknya islam secara kaafah tidak akan mengancam keberagaman suatu negeri yang heterogen seperti Indonesia. Justru dengan Islam kehidupan akan terasa damai dan tentram. Karena negara Islam (Khilafah) adalah negera yang sudah terbukti mampu melindungi manusia, tidak memandang apapun itu keyakinannya dan keberagamannya.

Daulah Islam akan memberi kebebasan kepada agama lain untuk menyebah Tuhannya.

Allah SWT berfirman yang artinya : "Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku" (QS Al Kafirun: 6)

Adanya toleransi atau penerimaan perbedaan dalam Islam, telah di gambarkan pula dalam jejak sejarah pada masa Kekhilafahan Utsmaniyah. Dalam bukunya Thomas W Arnold yang berjudul "The Preaching Of Islam" menyatakan "Sekalipun jumlah orang Yunani lebih banyak dari orang Turki, di berbagai provinsi pada masa khilafah yang ada di bagian Eropa. Toleransi keagamaan diberikan kepada mereka, dan perlindungan jiwa serta harta mereka yang mereka dapatkan membuat mereka mengakui kepemimpinan sultan/Khalifah atas seluruh umat Kristen.

Pada saat itu kaum Kristen protestan Silesia sangat menghormati Khilafah Utsmaniyah dan bersedia membayar kemerdekaan mereka dengan tunduk kepada hukum Islam. Hal tersebut dikarenakan Khilafah mampu melindungi, menjaga dan memenuhi segala kebutuhan mereka sehingga mereka hidup damai dan sejahtera dalam naungan Khilafah Utsmaniyah.

Dalam Negara Khilafah dikenal sebutan kafir dzimmi. Kafir dzimmi adalah orang non muslim yang tunduk pada Daulah, keberadaan kafir dzimmi dilindungi darah dan kehidupannya oleh Daulah. Kafir dzimmi boleh tinggal dan menjadi warga negara Daulah yang diberi hak untuk tetap menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya selama tidak mensyiarkan.

Secara gamblang Rasulullah SAW mangancam keras dengan masuk neraka siapa saja dari umatnya yang menyakiti kafir dzimmi,

Terkait hal ini Rasulullah saw bersabda yang artinya :

“Barangsiapa yang menyakiti atau membunuh kafir Mu‘ahad (kafir dzimmi), maka dia tidak akan mencium wanginya syurga (masuk ke dalam syurga)”.

Demikianlah jaminan islam terhadap kaum minoritas, menjadikannya pemersatu dan rahmat bagi seluruh alam. Keberadaan islam sebagai fitrah bagi seluruh manusia akan menjadikan agama ini cocok diterapkan di manapun dan kapanpun. Maka tepat kiranya jika kita menyebut islam sebagai agama inspirasi, aspirasi dan juga solusi.

1 Response to "Islam Menjadi Inspirasi, Aspirasi dan Solusi"

  1. It never implies achieving equity yet value and equity in the pay and abundance dispersion. Islamic forum

    ReplyDelete