-->

Ini Kisah Ketua KPK Bisa Baca Buku HDD Sejak 2002

 

Ketua KPK Firli Bahuri sedang trending setelah mengomentari buku yang dibaca Anies Baswedan.

"Kemarin saya lihat ada di media, Pak Anies membaca How Democracies Die. Bukunya ada itu sudah lama tahun 2002, saya sudah baca buku itu. Kalau ada yang baru baca sekarang, kayak baru bahwa itu udah lama," kata Firli.

Selain menyinggung soal buku How Democracies Die yang dibaca Anies, Firli juga mengaku sudah membaca buku Why Nations Fail sejak 2002.

Berdasarkan informasi dari Goodreads, buku How Democracies Die merupakan buku non-fiksi yang ditulis oleh ilmuwan politik Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt itu dirilis pada 2018.

Sementara itu, buku Why Nations Fail yang juga disinggung oleh Firli juga diketahui baru dirilis pada 2012 berdasarkan informasi dari Goodreads.

Dan netizen pun dengan semangat membullynya. Padahal, netizen tidak mengerti bagaimana kisah Firli membaca dua buku tersebut pada tahun 2002.

Awal kisah, Marty McFly dan teman ilmuwannya, Emmett "Doc" Brown sedang ujicoba mobil canggih yang bisa menembus waktu.

Singkat cerita, mereka melakukan perjalanan waktu dan terdampar di masa depan, yaitu tahun 2018. Saat terdampar, Emmet menyempatkan membeli buku How Democracies Die dan Why Nations Fail.

Kemudian mereka melakukan lompatan waktu lagi. Kali ini kesasar di tahun 2002 di Indonesia, tepatnya di Lampung Tengah. Kebetulan saat itu Firli menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor Lampung Tengah.

Marty McFly dan Dr Emmet pun menyempatkan diri cari angin sembari mencari jodoh di Lampung Tengah. Kebetulan saat itu malam minggu.

Namun saat lagi gangguin cewek-cewek malam, polisi datang menggrebek. Marty dan Dr Emmet pun ngacir. Kabur kembali ke mobil.

Tanpa sengaja, dua buku berbahasa Inggris tersebut terjatuh. Dan disita aparat keamanan yang lalu memberikan ke komandan mereka. Saat itu lah Firli membaca buku tersebut.

Jadi bagi netizen yang tak tau kisahnya, dimohon jangan cepat membully.

Kalau kalian tidak percaya kisah ini, coba tanyakan langsung ke pihak terkait.

0 Response to "Ini Kisah Ketua KPK Bisa Baca Buku HDD Sejak 2002"

Post a Comment