-->

PDIP, MIMPI APA YANG MAU DIJANJIKAN UNTUK SUMBAR DAN INDONESIA ?

  Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Pada polemik pernyataan Puan Maharani tentang harapannya agar Sumbar memang mendukung Negara Pancasila, ada makna implisit yang terkandung didalamnya. Yakni, keluhan PDIP yang tidak pernah menang di Pilkada Sumbar, Pemilu juga Pilpres.

Hal tersebut, selain bisa ditafsirkan secara implisit dari harapan Puan, secara eksplisit juga bisa dipahami dari pernyataan Megawati, sang Ketum PDIP sekaligus ibunda Puan Maharani. Megawati dalam pengukuhan dukungan PDIP pada Pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sumatera Barat, Mulyadi-Ali Mukhni (meskipun akhirnya mengembalikan dukungan PDIP), mengeluh kenapa masyarakat Sumbar belum menyukai PDIP.

Maksud 'belum menyukai PDIP' ini bisa ditafsirkan belum memilih dan memenangkan PDIP di Sumbar dalam sejumlah ajang konstestasi politik baik Pemilu Pilpres maupun Pilkada. PDIP selalu 'keok' di Sumbar. Tak ada satupun aleg PDIP di DPR RI yang berasal dari dapil Sumbar.

Jokowi yang merupakan jagoan PDIP dalam dua kali Pilpres juga keok di Sumbar. Wajar saja, jika Mega mengeluh Sumbar belum menyukai PDIP.

Tapi pertanyaannya kritisnya, apa yang dijanjikan PDIP bagi Sumbar agar masyarakat Sumbar menyukai PDIP ? Atau ringkasnya, apa visi politik PDIP sehingga masyarakat Sumbar punya alasan untuk memilih PDIP ?

Jika PDIP berjanji akan membumikan Pancasila, Pancasila yang bagaimana ? Yang banyak korupsi ? Menjual BUMN ? Melepas Sipadan dan Ligitan ? Menjual aset kapal pertamina ? Menjual Indosat ?

Pancasila yang diubah menjadi Trisila dan Ekasila ? Pancasila yang diklaim 1 Juni hari lahirnya ? Pancasila yang sibuk tuding radikal radikul kepada Umat Islam ?

Pancasila yang menghapus Perda Islami ? Yang menghalalkan zina dan LGBT ? Yang menuding hafidz dan rajin sholat ke masjid sebagai bibit radikalisme ?

Sederhananya, apa sich mimpi yang ditawarkan PDIP, untuk Sumbar juga untuk Indonesia ?

Kalau PDIP berjanji, akan begini begitu jika menang, faktanya PDIP sudah menang. Ketua DPR RI dari PDIP, presiden dari PDIP. Sejumlah kepala daerah dari PDIP. Kurang apalagi ?

Hasilnya ? Ya kita bisa saksikan, dibawah kekuasaan PDIP polarisasi antara elemen anak bangsa justru kian meruncing. Sejumlah kriminalisasi terhadap ulama, aktivis, hingga ajaran Islam justru masif terjadi di era kekuasaan PDIP.

Jadi PDIP telah diberi kesempatan untuk berkuasa, tapi gagal menjalankan amanah kekuasaan. Bukan hanya PDIP, semua partai telah diberi giliran berkuasa di negeri ini, faktanya juga tak bisa mengentaskan negeri ini dari segala keterpurukan.

Karena itu, jangan salahkan Sumbar jika pikirannya waras, kritis, Islami, mengevaluasi kekuasaan PDIP, lantas tidak memberikan amanah kekuasaan di Sumbar kepada PDIP. Jangan salahkan pula rakyat Indonesia, jika fenomena di Sumbar ini menyebar dan diadopsi seluruh rakyat Indonesia.

Masyarakat Nusantara yang religius, Islami, tentu tak cocok dengan kekuasaan sekuler yang jauh dari nilai Islam. Lambat laun, tuntunan pada penerapan syariat Islam akan menjadi arus utama di negeri ini. Dan PDIP, wajib menyadari hal itu, dengan Catatan jika PDIP mampu menginsyafi kesalahan dan menyadari kenapa masyarakat Sumbar enggan terhadap PDIP. [].

0 Response to "PDIP, MIMPI APA YANG MAU DIJANJIKAN UNTUK SUMBAR DAN INDONESIA ?"

Post a Comment