-->

MINI LOCKDOWN DITERAPKAN DI TPS, EFEKTIF MENCEGAH INFEKSI COVID-19

 

Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Pusing mengikuti alur berfikir pemerintah, selain tidak konsisten juga sering bikin nomenklatur aneh-aneh. Belum lama ini, Presiden Jokowi meminta daerah menerapkan mini lowkdown, bukan karantina wilayah, namun karantina pada lokasi tertentu yang terdampak infeksi virus Corona. Padahal, pemerintah sebelumnya menutup opsi Karantina Wilayah (lockdown) dan memilih menetapkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Sebelumnya, istilah yang digunakan bukan PSBB tapi PSBM atau pembatasan sosial berskala mikro. Padahal, UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan hanya mengenal istilah Karantina Wilayah (lockdown) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Tidak dikenal istilah mini lockdown maupun PSBM.

Entah apa yang terjadi dengan bangsa ini, masalah menjadi makin rumit karena para pejabat sering ngelantur dalam mengunggah bahasa. Dulu, masalah virus Corona dipersoalkan karena banyak yang mudik, kemudian Presiden mengklarifikasi kegiatan para perantau Jakarta ke kampung halamannya bukan mudik melainkan pulang kampung.

Terserah lah pak presiden, apapun namanya. Mini lockdown juga ga papa, atur sajalah. Wong cuma istilah ini, yang penting nyawa rakyat selamat.

Dan usulan mini lockdown ini wajib ditaati daerah, dengan menerapkannya pada setiap TPS di daerah yang menggelar Pilkada. Sebab, TPS berpotensi menularkan virus Corona via agenda pencoblosan.

Saat 9 Desember 2020 nanti, seluruh TPS di Indonesia di terapkan kebijakan mini lockdown. Tidak perlu satu provinsi, satu kabupaten, satu kota, satu kecamatan, satu kelurahan atau desa. Cukup mini lockdown di tempat yang ada TPS nya.

Kalau pemerintah daerah, pihak kelurahan dan desa tidak memfasilitasi melalui locdown mini di TPS, rakyat yang inisiatif. Caranya, dengan membuat TPS steril dari aktivitas pencoblosan. Golput adalah sarana paling efektif untuk menerapkan kebijakan mini lockdown pada TPS.

Lockdown TPS juga memudahkan bagi siapapun yang mau curang. Kalau mau coblos kertas suara sendiri, silahkan lebih aman tanpa kontrol publik. Jadi tak perlu khawatir ketahuan istri Mantan Danjen Kopassus, dan membuat publik se NKRI geger.

Lockdown mini memungkinkan Pilkada bisa diatur sesuai kepentingan oligarki. Sementara rakyat, juga bisa selamat dari bahaya infeksi virus Corona.

Mini lockdown di TPS sangatlah efektif untuk mencegah sekaligus meredam peningkatan infeksi virus Corona. Petugas juga bisa santai main gaple, tak perlu sibuk melayani pemilih, dan tak mungkin meninggal karena capek.

Di pemilu 2019 saja anggota KPPS meninggal hingga 894 orang. Dengan menerapkan lockdown mini di TPS, insyaAllah petugas KPPS lebih santai sehingga terbebas dari bahaya kematian karena capek.

Mari sukseskan lockdown mini seperti arahan pak Jokowi. Mari kita lockdown seluruh TPS di seluruh daerah yang menggelar Pilkada. [].

0 Response to "MINI LOCKDOWN DITERAPKAN DI TPS, EFEKTIF MENCEGAH INFEKSI COVID-19"

Post a Comment