-->

HARUS BERAPA KALI KAMI INGATKAN, DEMOKRASI ITU UTOPIS ?

 

Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Entah untuk berapa kali lagi, umat ini diingatkan tentang bahaya demokrasi, tentang tipuan mimpi perubahan melalui Pemilu, Pilkada maupun Pilpres. Sayangnya, mimpi demokrasi itu justru ikut dijual oleh orang yang bergelar ulama.

Semestinya, para ulama hanya menjajakan Islam. Para Ulama, hanya mengarahkan umat pada perjuangan untuk Islam, bukan latah ikut dukung mendukung Capres tertentu.

Pilpres 2019 begitu telak menohok umat , tentang tipu-tipu demokrasi. Pilpres 2019 umat ditipu dua kali, ibarat sudah jatuh ketimpa tangga pula. 

Pertama, suara umat Islam dicurangi, hasil Pilpres tak menggambarkan aspirasi dan keinginan umat akan perubahan. Kedua, sosok yang digadang-gadang akan memimpin perubahan, ternyata hanya si Timbul, yang tenggelam bersama syahwat kekuasaan, meninggalkan duka dan nestapa para pendukungnya.

Namun, beberapa diskusi, ditengah Pilpres 2019 yang masih menyisakan luka yang menganga, masih ada saja yang menyeru perubahan dengan menunggu tahun 2024. Masih menyeru untuk memilih figur, untuk dijadikan Capres tahun 2024.

Sadarlah wahai umat Islam, perubahan itu hanya wujud jika kalian melakukan perjuangan, dengan konsisten menempuh jalan dakwah, jalan yang dahulu ditempuh dan dilalui para Rasul dan ambiya. Demokrasi, tak akan memberi ruang -hingga sekedar untuk bernafas- apalagi ruang untuk menerapkan syariat Islam.

Pilpres adalah mesin oligarki partai, sehebat apapun tokoh yang diusung jika tidak melalui partai akan tergusur. Sebaliknya, jika mendapat kendaraan partai sudah pasti siapapun yang menjadi Capres harus tunduk pada kekuasaan partai.

Dan dibalik oligarki partai politik, sesungguhnya ada kekuatan kapital, baik yang diusung para Kapitalis domestik, asing maupun aseng. Yang menentukan siapa presiden terpilih adalah kapital, bukan suara umat Islam. Karena itu sadarlah wahai umat Islam, tinggalkan demokrasi.

Demokrasi, hanya mengambil legitimasi dari umat Islam untuk mendapatkan kekuasaan, sementara syariat Islam yang diinginkan umat Islam pasti ditelantarkan. Demokrasi, hanya menyihir umat Islam, untuk menutup mata dan berjalan menuju bilik suara, setelah itu umat Islam tak lagi dipedulikan.

Demokrasi, akan kembali mengkhianati Umat Islam sebagaimana Pilpres 2019 telah menyakiti jiwa dan perasaan umat Islam. Tak ada harapan yang bisa disandarkan pada demokrasi, kecuali tipu tipu politik yang menyakitkan.

Mimpi saja berharap kesejahteraan dari demokrasi. Mimpi saja, berharap pemimpin yang amanah dari demokrasi. Mimpi saja, berharap hukum Allah SWT tegak dimuka bumi, melalui demokrasi.

Sudah saatnya umat ini menyatukan visi dan fokus perjuangan pada Khilafah. Hanya Khilafah, satu-satunya harapan. Hanya Khilafah, yang akan menerapkan hukum Al Qur'an dan as Sunnah, sehingga kemaslahatan meliputi seluruh penjuru alam.

Sebagai umat yang terbaik, tak layak bagi umat Islam ditipu oleh Demokrasi berulang kali. Cukuplah, Pilpres 2019 sebagai artefak sekaligus prasasti sejarah, yang menjadi pengingat bahwa demokrasi hanya menjanjikan mimpi perubahan, mimpi kesejahteraan, mimpi menyatukan Umat Islam. [].

#DemokrasiMenipu #DemokrasiMerusak #DemokrasiSesat #DemokrasiBobrok #DemokrasiKufur #DemokrasiHaram #BuangDemokrasiKapitalisme #TolakKomunisme #TegakkanKhilafah #KhilafahAjaranIslam #KhilafahSolusiTuntas

#KhilafahUntukKebaikanIndonesia #SaatnyaKhilafahMemimpinDunia #KamiBersamaHTI #UlamaBersamaHTI #KhilafahAjaranAhlussunnahWalJamaah

0 Response to "HARUS BERAPA KALI KAMI INGATKAN, DEMOKRASI ITU UTOPIS ?"

Post a Comment