-->

CAKADA, MAKHLUK PALING EGOIS SAAT PANDEMI

  Oleh : Ahmad Khozinudin | Sastrawan Politik

Kita tak bisa hanya menyebut Presiden dan DPR yang tebal kuping, karena ngotot melanjutkan Pilkada ditengah pendemi. Kita tak mungkin hanya mempersoalkan partai politik, karena tidak ada satupun yang meminta Pilkada ditunda, meskipun mayoritas rakyat hingga dua ormas Islam terbesar NU dan Muhammadiyah meminta Pilkada ditunda.

Namun, kita juga bisa menilai, pasangan Calon Kepala Daerah (Cakada), baik Calon Gubernur dan Wakilnya, Calon Bupati dan Wakilnya, Calon Walikota dan Wakilnya, adalah makhluk paling egois saat pendemi ini. Sebab, mereka masih tega bermimpi menjadi penguasa di daerah, disaat mayoritas rakyat bermimpi segera terbebas dari virus Corona.

Mereka juga tega, membiarkan rakyat berpotensi terinfeksi virus, hanya untuk memenuhi hasrat politik mereka di daerah. Karena, mereka hanya akan jadi Kepala Daerah dengan Pilkada yang melibatkan rakyat.

Padahal, mereka semestinya sadar, tidak semua calon yang jadi kepala daerah. Ada calon yang kalah, dan berpotensi stress pasca kekalahan.

Cuba bayangkan, semua yang menjadi Cakada wajib mengeluarkan uang untuk modal pilihan, baik dari kocek sendiri, dibiayai cukong, atau hasil jual sawah dan kebun warisan orang tua, bahkan berhutang ke lintah darah. Setelah mereka gagal, dan mayoritas Cakada pasti gagal karena yang menang hanya satu pasangan calon, maka Cakada lainnya pasti kalah.

Setelah kalah, apalagi nanti terinfeksi virus Corona gegara Pilkada, utang numpuk, sawah dan ladang terjual, mau berobat sudah kehabisan anggaran, boleh jadi Cakada akan berujung stress atau bunuh diri. Namun, saat Pilkada ini mereka semua mimpinya menang, dan dilantik menjadi Kepala Daerah.

Mimpi mereka cuma dibatasi akan menjadi Gubernur, Walikota, atau Bupati, berikut wakilnya. Padahal, ada mimpi lain seperti menjadi gila atau minimal stress, banyak utang, kena virus Corona atau mati berdiri karena banyak beban pikiran.

Jangankan kepada Rakyat, kepada keluarga saja mereka egois. Mereka tetap maju ditengah pandemi, dengan resiko kalah, banyak utang, terkena penyakit (virus), dan akhirnya menjadi beban keluarga.

Tidak hanya pada keluarga, Cakada juga aniaya terhadap diri sendiri. Sudah tahu ada bahaya virus, tetap saja nekat terlibat Pilkada.

Jadi, bisa disimpulkan Cakada adalah makhluk paling egois saat pendemi. Mereka, hanya peduli dengan kekuasaan di daerah.

Mereka, mengabaikan keselamatan jiwa masyarakat yang terlibat Pilkada, hanya demi agar mereka berkuasa di daerah. Mereka, tega membiarkan masyarakat terinfeksi virus, hanya demi menjadikan mereka penguasa di daerah.

Jadi, makhluk yang seperti ini tak perlu dibela apalagi dengan bertaruh nyawa. Biarkan saja mereka Pilkada sendiri, kampanye sendiri, dipilih sendiri, berkuasa atau gagal sendiri, jika kena virus biar saja mereka sendiri. Sementara, rakyat lebih baik di rumah bersama keluarga agar terhindar dari penularan infeksi virus Corona. [].

0 Response to "CAKADA, MAKHLUK PALING EGOIS SAAT PANDEMI"

Post a Comment