-->

Propaganda Film JKDN (Jejak Khilafah Di Nusantara)

  Selain informasi soal penemuan artefak baru di Aceh, apa yang dituturkan dalam film JKDN sebenarnya bukan hal yang baru, begitu pun dengan narasinya. Soal pro dan kontranya pun sama. Dari sejak akun ini dibuat, sudah seperti itu.

yang menarik adalah sosok Moeflich Hasbullah dan Nicko Pandawa yang kebetulan akun pesbuknya berteman dengan akun pesbuk saya. 2 sejarawan beda generasi ini menurut padangan awam saya sangat baik saat menuturkan sejarah khilafah di Nusantara.

Disaat orang lain hanya bisa mencibir, mereka sudah berbuat banyak untuk masa depan agamanya. Mereka sudah menabung amal ibadah yang akan mereka panen di akhirat nanti.

Kita layak iri sama mereka, khususnya kepada sosok Nicko Pandawa. Masih muda, tapi perannya dalam memperjuangkan agamanya sangat besar. Beda jauh dengan yang nulis status ini, yang masih sibuk saja ngegoa meratapin nasib emyu yang gagal juara lagi. Hikkss... 😢

Soal ada yang bilang film JKDN cuma propaganda, mereka yang bilang propaganda pun sebenarnya sedang melakukan propaganda. Apa bedanya? Saat guru kita menuturkan sejarah suatu bangsa pun sama, mereka juga sekaligus sedang melakukan propaganda.

Apa yang dilakukan Orba atau pun yang kontranya saat menuliskan sejarah G30S/PKI pun sama, mereka sedang melakukan propaganda. Pun dengan Peter Carey yang negaranya jadi sponsor utama atas runtuhnya bangunan khilafah Islam.

Peter Carey cuma sedang berusaha menyesuaikan sejarah Islam di Nusantara agar sesuai dengan alam pikiran sekularisme dan kolonialisme bangsanya aja. Jadi, woles aja meresponnya.

Toh, belajar sejarah emang ibarat sedang menyusun puzzle yang berserakan. Jadi nikmatin aja dengan riang gembira, jangan dibawa tegang. Kalo mau yang tegang-tegang, nanti aja sama pasangan sahnya masing-masing. Ehh... by Heri Budiman

0 Response to "Propaganda Film JKDN (Jejak Khilafah Di Nusantara)"

Post a Comment