-->

KETIKA MENGHADAPI ORANG DUNGU DI JALAN DAKWAH


Jalan dakwah adalah jalan para Nabi. Jalan penuh onak dan duri. Bukan jalan yang sepi dan sunyi. Lihatlah, Nabi saat di Makkah, bahkan setelah hijrah ke Madinah

Fitnah, pembusukan dan pembunuhan karakter terhadap diri dan ajaran baginda terus menerus dihembuskan oleh orang-orang dungu, musuh dakwah

Ketika negosiasi dan kompromi tak membuahkan hasil, maka satu-satunya jalan adalah menghadang dakwah. Membully, mempersekusi, hingga pembunuhan dilakukan terhadap pengembannya. Itulah jalan dakwah

Al-Qur’an menyebut isteri Abu Lahab yang begitu berbisa mulutnya dengan, "Hammalata al-hathab" (pembawa kayu bakar), kiasan yang digunakan Allah, karena dia penyulut dan pengisi kayu bakar fitnah terhadap Nabi, sahabat dan dakwah

Ketika di Madinah, saat Kiblat dipindahkan dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram, orang Yahudi pun berisik

سَیَقُولُ ٱلسُّفَهَاۤءُ مِنَ ٱلنَّاسِ مَا وَلَّاهُمۡ عَن قِبۡلَتِهِمُ ٱلَّتِی كَانُوا۟ عَلَیۡهَاۚ قُل لِّلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَٱلۡمَغۡرِبُۚ یَهۡدِی مَن یَشَاۤءُ إِلَىٰ صِرَ ٰ⁠طࣲ مُّسۡتَقِیمࣲ

Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, “Apakah yang memalingkan mereka (Muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?” Katakanlah (Muhammad), “Milik Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus." [Q.s. Al-Baqarah 142]

Begitulah, jalan dakwah. Tak pernah sepi dari bulliyan dan serangan orang-orang dungu. Kadang menyerang pribadi, kadang ajaran Islam yang diembannya

Menghadapi mereka harus sabar. Kadang harus dijawab, sebagaimana al-Qur'an menyerang isteri Abu Lahab, dan membungkam tuduhan orang Yahudi, tetapi kadang harus diam. Tidak perlu dilayani

Imam Syafii memberikan resep menghadapi orang dungu, "Tinggalkanlah orang bodoh yang dungu, karena apa yang diomongkan itu semuanya menggambarkan dirinya

Laut Eufrat (Irak) tak akan berbahaya, jika suatu hari, sebagian anjing menceburkan diri di sana."

Diam tidak melayani perdebatan orang dungu tak berarti kalah, tapi itulah cara terhormat untuk tidak menambah kedunguan, kata Imam Syafii, karena kayu gaharu akan semakin harum ketika terbakar

KH. Hafidz Abdurrahman

 

0 Response to "KETIKA MENGHADAPI ORANG DUNGU DI JALAN DAKWAH"

Post a Comment