-->

Bung Khozi : JARINGAN GUSDURIAN TAK PAHAM KHILAFAH, JADI PANDANGANNYA TAK PERLU DIPERHATIKAN

  Jaringan Gusdurian menyebut paham khilafah tak cocok hidup di Indonesia. Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida (Alissa Wahid), menegaskan bahwa paham khilafah yang menyeragamkan sama saja mengingkari kesepakatan pendirian bangsa ini yang berlandaskan keberagaman.

Menurutnya, sulit sekali untuk merealisasikan ide khilafah itu. Hal ini bisa dilihat dari sisi teologis Khilafah Islamiyah itu tidak ditemukan bagaimana bentuknya. Dia juga menuding, Khilafah yang sebenarnya didengung-dengungkan oleh HTI adalah khilafah versi Nabhani, dan bukan khilafah yang dijalankan oleh khulafaur rasyidin setelah nabi.

Putri Gus Dur ini mungkin mengalami amnesia sejarah yang sangat akut, atau minimal tidak pernah membaca shiroh Nabawiyah. Sejak mula Daulah Islam didirikan di Madinah, masyarakat Madinah bukanlah masyarakat homogen dan dipaksa seragam.

Madinah adalah kota dengan masyarakat plural, sangat beragam. Dari sisi adat, Madinah terdiri dari banyak suku, meskipun suku terbesar adalah suku Aus dan Khazraj. Dari sisi Agama, Madinah terdiri dari masyarakat beragama Islam yang beriman kepada Rasulullah SAW, kaum Nasrani, Yahudi hingga kaum Majusi.

Apalagi kekhilafahan Islam yang dipimpin Umar RA, wilayahnya meluas meliputi daerah Jazirah Arabia, Palestina, Syiria, Mesir dan Persia. Wilayah Khilafah yang luas ini terdiri dari banyak suku bangsa, adat istiadat, budaya hingga agama. Melalui kekuasaan khalifah Umar bin Khattab RA, wilayah Syam (Palestina) menjadi Daerah yang dapat didiami tiga Agama secara damai (Islami, Kristen dan Yahudi).

Lantas, darimana dasar tudingan Khilafah akan menyeragamkan corak masyarakat, baik Agama maupun suku bangsanya ? Penerapan syariah Islam secara kaffah tidak kemudian menghapuskan heterogenitas, pluralitas dan keberagaman agama.

Syariat Islam tidak memaksa pemeluk agama lain masuk Islam. Bahkan, syariat Islam menjaga kebebasan beribadah setiap Agama.

Adapun Jika Khilafah masih buram dalam pandangan Gusdurian, semestinya mereka ngaji terlebih dahulu ketimbang menuding Khilafah tak ada kaidah bakunya. Apalagi, menuding perjuangan Khilafah hanyalah perjuangan ide Syaikh Taqiyuddin an Nabhani.

Khilafah yang diperjuangkan Umat Islam adalah Khilafah baku, yang sumber hukum nya hanya Al Qur'an dan as Sunnah serta apa yang ditunjuk oleh keduanya berupa Ijma' Sahabat dan Qiyas Syar'i. Khilafah, tidak akan mengambil hukum buatan manusia yang bersumber dari akidah sekulerime demokrasi.

Khilafah juga memiliki tujuan baku, yakni menerapkan hukum Islam secara kaffah serta mengemban risalah Islam keseluruh penjuru alam. Khilafah, tak akan pernah sepi dari dua fungsi utama ini.

Khilafah hanya akan mengangkat dan menetapkan seorang khalifah dengan methode baku, yakni dengan akad bai'at bir Ridlo'wa ikhtiar. Bukan dengan pewarisan putra mahkota dan bukan dengan Pemilu.

Khilafah memiliki misi melanjutkan kehidupan Islam dengan visi utamanya membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk menuju menghamba hanya kepada Allah SWT semata. Visi baku seperti ini hanya ada pada Khilafah, tak ada dalam sistem Republik, Kerajaan, ataupun bentuk sistem pemerintahan lainnya.

Lagipula, dalam pandangan Islam yang layak dirujuk sebagai basis argumentasi adalah dalil bukan Qoul Gus Dur. Sementara, para ulama empat Mahzab juga sudah ijma' tentang wajibnya menegakkan Khilafah.

Karena Khilafah kewajiban syar'i, maka argumentasi cocok tidak cocok tak bisa dijadikan hujjah. Suatu kewajiban tidak akan tanggal hanya karena dalih tidak cocok.

Adapun dari sisi kewajiban syar'i, seluruh wilayah bumi termasuk Indonesia telah dibebani taklif oleh Allah SWT untuk memakmurkan bumi, dengan menerapkan hukum-Nya, mentaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Jadi, tak ada alasan untuk menolak Khilafah dengan dalih tidak cocok diterapkan di negeri ini. [].By Ahmad Khozinudin |Sastrawan Politik

0 Response to "Bung Khozi : JARINGAN GUSDURIAN TAK PAHAM KHILAFAH, JADI PANDANGANNYA TAK PERLU DIPERHATIKAN"

Post a Comment