-->

Tagihan Pelanggan PDAM Kota Hujan Mendadak Melonjak


 


Penulis : Titin Kartini

Pelanggan PDAM kota Bogor dibuat heboh dengan tagihan air yang melonjak tinggi hingga dua kali lipat dari bulan sebelumnya. Tak ayal hal ini membuat para ibu panik, mereka tak menyangka ditengah-tengah kesulitan di masa pandemi Covid-19, dimana semua serba sulit kini masyarakat dibuat kebingungan dengan tagihan air yang sangat mahal.

Menurut Manager Humas dan Pelayanan Pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Sonny Hendrawan mengatakan, lonjakan tagihan air bulan Juli mayoritas karena akumulasi pemakaian kubikasi air pada masa pandemi Covid-19.

"Jadi pada masa PSBB berjalan (April-Mei), perusahaan tidak melaksanakan pembacaan meter ke rumah-rumah pelanggan. Kami menerapkan program Baca Meter Mandiri. Ini untuk mencegah penyebaran virus Corona saat aktivitas pembacaan meter ke rumah pelanggan," kata Sonny, Kamis (2/7).

Tirta Pakuan menyiapkan opsi cicilan pembayaran tagihan jika pemakaian air sudah sesuai dengan data yang dibaca petugas Pembaca Meter. (radarbogor)

Dalam sistem kapitalis, meskipun air merupakan kebutuhan pokok, namun negara hanya menjalankan fungsi regulasi saja, sementara pemenuhan kebutuhan tersebut diserahkan kepada perusahaan layaknya pedagang dan rakyat dalam posisi sebagai pembeli.

Ini akan berbeda dengan pandangan Islam dimana air merupakan sumber daya alam yang masuk dalam kategori fasilitas umum yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan barang milik publik, dimana pengelolaannya diserahkan kepada negara dan hasilnya dikembalikan kepada publik. Rasulullah Saw bersabda " Kaum muslim berserikat dalam tiga hal : air, padang rumput, dan api" (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Karena itu pengelolaanya tidak boleh diserahkan/dikuasakan kepada swasta apalagi pihak asing. Hal ini didasarkan kepada hadist : Dari Abyadh bin Hammbal : Ia menghadap kepada Nabi Saw. dan mohon diberi bagian dari tambang garam yang menurut Ibnu Mutawakkil berada di daerah Ma' rib. Lalu Beliau memberikan tambang itu kepada dia. Namun, tatkala orang tersebut berpaling, seseorang yang berada di majlis Beliau berkata, " Tahukah Anda bahwa yang Anda berikan adalah (seperti) air yang mengalir?" Belaiu pun membatalkan pemberiannya (HR.al-Baihaqi dan at-Tirmidzi).

Karena itu sumberdaya air seperti sungai, danau dan sebagainya merupakan milik umum. Semuanya harus dikelola oleh negara dengan segenap kewenangannya. Negara harus mampu mendistribusikan kekayaan ini dengan sebaik- baiknya kepada seluruh masyarakat baik untuk kepentingan air minum, industri ataupun pertanian.

Posisi penguasa dalam Islam bukan sebagai produsen/pedagang(tajir), tapi pelayan masyarakat (ro'in), sehingga yang dilakukan penguasa semata- mata untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Semua pelayanan kepada masyarakat secara totalitas dalam memenuhi semua kebutuhan pokok masyarakat, seperti halnya air hanya ada dalam sistem Islam yaitu Khilafah. Khilafah menjamin kebutuhan masyarakat akan air tanpa beban biaya karena sistem Khilafah hanya akan memakai hukum sesuai perintah Allah SWT berdasarkan pada apa yang tercantum dalam al-Quran dan as-Sunnah bukan hawa nafsu manusia seperti saat ini, dimana sistem kapitalis hanya berdasarkan pada asas manfaat saja.

Obat dari semua kezaliman ini hanya satu yaitu mengganti sistem kufur demokrasi kapitalis sekuler liberal dengan sistem Islam yaitu Khilafah yang akan membawa kebahagian umat lahir maupun batin.

Wallahu a'lam bi ash-shawab.

0 Response to "Tagihan Pelanggan PDAM Kota Hujan Mendadak Melonjak"

Post a Comment