-->

press release AMPUH Karawang, Terkait Aksi Penolakan RUU HIP di Karawang dan Daerah Lainnya




السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bismillah, Alhamdulillah Lahaula Walaquwata Illabillahilaliyyiladziim.

Alhamdulillah, pada hari Jum'at, tanggal 03 Juli 2020 tepat setelah selesai melaksanakan salat Jumat ribuan umat Islam yang tergabung dalam ormas, LSM, komunitas kendaraan bermotor, termasuk Majlis Ta'lim, pengajian bahkan santri dan para kyai-nya tumpah ruah memenuhi Jalan Ahmad Yani di kota Karawang.

Mereka berkumpul di halaman Islamic Center al-jihad Karawang kemudian konvoi menuju Kantor Pemda Kabupaten Karawang. Mereka berkumpul dalam sebuah aksi menolak RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Tagline yang mereka sampaikan adalah hentikan pembahasan RUU HIP, tolak Rancangan Undang Undang HIP (Haluan Ideologi Pancasila). Di daerah lain pun, pada hari yang sama melakukan aksi-aksi yang serupa.

Kenapa hal ini mereka lakukan? Karena mereka menyadari dibalik RUU HIP tersebut, diduga kuat ada upaya yang dilakukan secara masif untuk kembali menghidupkan ajaran komunisme. Komunis yang berada di balik organisasi PKI (Partai Komunis Indonesia), telah berulangkali berupaya merongrong kekuasaan di negeri ini. Berbagai cara yang mereka lakukan ini ternyata mendapatkan perlawanan dari umat Islam. Berikutnya kita mengetahui komunis melakukan pembantaian terhadap ribuan atau mungkin jutaan umat Islam, santri dan para kiyai menjadi korban. Dan tentu saja, sejarah itu terus diingat oleh umat Islam betapa keji dan mengerikannya kebiadaban yang dilakukan oleh komunis di Negeri yang kita cintai ini.

Atas dasar itu, kesadaran umat untuk melakukan perlawanan dan penolakan terkait dengan RUU HIP ini tentu harus kita dukung bersama. Hal ini dilakukan mengingat betapa bahayanya kebangkitan ideologi komunis yang hendak kembali muncul ke permukaan sehingga layak untuk diantisipasi sejak dini.

Ala kulli haal, kesadaran umat akan bahaya laten komunis harus diimbangi dengan kesadaran terkait bahaya kapitalis. Upaya menumbuhkan kesadaran ini merupakan perkara yang harus terus kita lakukan di tengah-tengah Umat. Kenapa? Karena baik Ideologi komunis maupun ideologi kapitalis dua-duanya adalah ideologi kufur yang membahayakan kehidupan umat.

Coba kita renungkan, penganut ideologi kapitalis hari ini telah mendapatkan legitimisi melalui undang-undang. Sebagai contoh, pengesahan undang-undang sumber daya alam, undang-undang sumber daya air, undang-undang Minerba dan berbagai undang-undang lainnya, sarat dengan kepentingan Para pemilik modal atau Para kapitalis. Mereka mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya sementara rakyat yang mayoritas umat Islam dibiarkan menderita.

Inilah bahaya yang mesti terus kita sampaikan ke tengah-tengah umat, bahaya ideologi kapitalisme dan ideologi komunisme. Usaha kita menjelaskan bahaya ideologi kufur ini disertai dengan penyadaran yang paripurna, yakni dengan menjelaskan ke tengah-tengah umat bagaimana syariat Islam mampu menangkal dua ideologi komunis dan kapitalis ini agar bisa dihentikan penyebarannya.

Karena hanya dengan syariat Islam, syariat yang datang dari Allah SWT inilah syariat yang sempurna. Syariat paripurna yang telah terbukti selama ratusan tahun berhasil memberikan kesejahteraan kepada seluruh umat di seluruh dunia.

Hal ini juga dibuktikan oleh para sejarahwan Barat. Mereka kaum orientalis yang mencoba mencari kelemahan dari syariat islam, tetapi yang mereka temukan justru keparipurnaan, keindahan, kesempurnaan syariat Allah ini yang telah dipraktekkan oleh para khalifah. Penerapan syariat Islam yang diawali oleh Rasulullah dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin, kemudian khalifah-khalifah berikutnya selama ratusan tahun. Mereka melihat betapa Islam mampu memberikan keadilan, kesejahteraan yang belum pernah mereka dapatkan dalam peradaban manapun.

Maka dari itu, dengan semangat itu pulalah semestinya umat Islam begitu rupa menjadikan ketentuan yang ada dalam Quran dan dalam hadist sebagai pegangan untuk kita beramal, sebagaimana hadist:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
"Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selama-selamanya ketika kamu berpegang dengan kedua-duanya, yaitu kitab Allah (Alquran) dan Sunahku." (HR Al-Hakim)

Inilah upaya maksimal dalam memberikan kesadaran kepada umat untuk menjelaskn bahwa di samping bahaya komunis dan bahaya kapitalis, juga kita harus menjelaskan syariat Islam sebagai solusi. Sebab hanya dengan syariat Islamlah bahaya komunis dan bahaya kapitalis bisa diatasi dan bisa ditangkal sehingga mereka tidak mampu bangkit untuk menguasai umat Islam.

Inilah jalan satu-satunya yang harus kita tempuh. Fokus perjuangkan tegaknya syariat Islam secara Kaffah niscaya kebaikan di dunia dan di akhirat akan kita dapatkan. Wallahua’lam.
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Karawang, 04 Juli 2020

Abu Hamzah | Pembina AMPUH (Aliansi Muslim Peduli Ummah)

0 Response to "press release AMPUH Karawang, Terkait Aksi Penolakan RUU HIP di Karawang dan Daerah Lainnya"

Post a Comment