-->

MEWUJUDKAN KESADARAN RUHIYYAH PADA ANAK


 


Oleh : Ustazah Yanti Tanjung

Seringkali yang kita permasalahkan pada anak adalah kapan dia sadarnya. Ketika anak selalu mengulangi kesalahan yang keluar dari lisan kita,; Kamu kok gak sadar-sadar ya, sudah diingatkan berkali-kali masih melakukan kesalahan.” Untuk itu kita perlu memahami saat kapan kesadaran itu diperoleh anak, jangan-jangan selama ini justru kita orang tua belum mendidik mereka hingga sampai kepada tingkat kesadaran karena kita juga tidak tahu bagaimana mewujudkan kesadaran tersebut.

Kesadaran itu ada 3 (tiga) ; kesadaran sensasional (al-idrak al-syu’uriy), kesadaran rasional (al-idrak al-aqliy) dan kesadaran ruhiyyah yaitu kesadaran berhubungan dengan Allah swt (idrak shillah billah).

Kesadaran sensasional sejatinya tidak muncul dari akal akan tetapi dari stimulus kebutuhan jasmani dan naluri, jadi fungsinya bukan fungsi akal tapi fungsi fithrah, bisa terjadi pada hewan dan bisa terjadi pada anak usia di bawah 2 tahun.

Anak usia 2 tahun lebih kepada tuntutan kebutuhan jasmani dan naluriah, kemampuan akalnya sangat terbatas masih mengandalkan identiifikasi naluri karena pengulangan pengindraan. Ketika diminta membendakan mana yang roti dan mana yang batu anak di usia 6 bulan belum bisa membedakan,namun karena dilakukan pengualangan indera lama-lama anak bisa membedakan mana yang bisa dia makan dan mana yang tidak.

Pun terjadi pada hewan, kera hanya memiliki sensasi kepada pisang tidak pada durian, kambing memiliki sensasi kepada rumput dan dedaunan tdak pada daging dan ikan.

Maka di usia dini 0-6 tahun yang lebih dominan pada anak adalah kesadaran sensasional,walau semakin berkurang saat informasi yang diberikan semakin banyak dan penginderaannya semakin tajam serta pengaitan informasi dan fakta semakin aktif. Maka akal anak di usia ini belum sempurna dalam fiqh belum disebut aqil, karenanya anak di usia ini lebih emosional dan sering sekali membuat sensasi.

Kesadaran rasional adalah kesadaran yang muncul dari aktifitas berpikir memindahkan fakta ke otak melalui panca indera disertai informasi terdahulu tentang fakta tersebut (ma’lumah sabiqah). Aktifitas ini juga disebut metode berpikir rasional. An-Nabhani menyebutkan bahwa dalam metode rasional adalah pendekatan tertentu dalam pengkajian yang ditempuh  untuk mengetahui realitas sesuatu yang dikaji, dengan jalan memindahkan penginderaan terhadap fakta melalui panca indera ke dalam otak, disertai dengan adanya sejumlah informasi terdahulu yang akan digunakan untuk menafsirkan fakta tersebut. Selanjutnya otak akan memberikan penilaian terhadap fakta tersebut. Penilaian ini adalah pemikiran(al-fikr) atau kesadaran rasional. Kesadaran ini hanya terjadi pada manusia tidak terjadi pada hewan.

Dalam perkembangannya anak mengalami kesadaran rasional secara sempurna di usia 7 tahun yaitu di usia mumayyiz. Di usia 4 tahun aktifitas berpikir rasional sudah mulai berkembang dan mengalami puncak perke  mbangannya menjelang usai 7 tahun,di saat ini anak sudah memiliki metode berpikir rasional. Misalkan anak sudah bisa menilai fakta mana perangai ayah bundanya yang baik dan yang buruk bahkan sudah bisa membandingkan,sehingga anak diberi pilihan mau ikut ayahnya atau ibunya dalam hadhanah saat ayah bundanya bercerai.

Keasadaran ruhiyyah adalah kesadaran yang muncul dari akal dikarenakan kesadaran manusia tentang keberadaan segala sesuatu mengharuskan adanya eksistensi Allah sebagai pencipta (khaliq) dan pengatur (mudabbir) terhadap segala sesuatu berupa alam,manusia dan kehidupan. Alam, manusia dan kehidupan ini tidak ada begitu saja tapi ada dengan penciptaan dan tidak ada keteraturan tanpa adanya Dzat Yang Maha Mengatur.

Kesadaran akan adanya pengaruh keberadaan Allah ini mengharuskan adanya kesadaran berhubungan dengan Allah swt,yaitu hubungan penciptaan. Hal ini akan memunculkan bagi manusia perasaan mengagungkan dan perasaan untuk mensucikanNya dan tergantung padaNya. Dan memunculkan perasaan lemah dan perasaan membutuhkan pada Allah swt. Kesadaran ruhiyyah ini sudah mantap dialami oleh anak di usia 7 tahun, walau usia sebelumnya sedang dalam pencarian.

Ayah bunda perlu memahami hakekat berpikir anak agar bisa mewujudkan kesadaan, perlu juga terus menerus mendidik akal anak dengan tsaqafah Islam agar kesadaran itu dapat terbentuk dengan pemahaman yang islami yang akan mempengaruhi prilakunya menjadi Islami. Sebab tsaqafah Islam tersebut adalah standar untuk meniai bagi anak terhadap apapun baik benda,prilaku maupu peristiwa.

Kesadaran ruhiyyah adalah kesadaran yang tertinggi yang harus dimiliki anak, bisa disuasanakan sedini mungkin dengan cara kuatnya ayah bunda memiliki kesadaran pada Allah saat berinteraksi dengan anak dan saat mendidik anak. Apapun keputusan dan apapun prilaku ayah bunda dengan dorongan ruhiyyah ini akan mengikatkan seluruh amal dengan syariah Islam. Suasana ini ada stimulus langsung yang diindera oleh anak dan yang akan memproses kesadarannya hingga capaian yang sama dengan ayah bundanya.

Sekalinya ayah bunda lepas kesadaran berhubungannya dengan Allah, maka hal itu dapat mempengaruhi kehidupan anak dan melepaskan anak dari keterikatan dengan hukum-hukum Allah swt. Dengan demikian kesadaran ruhiyyah tersebut adalah puncak kesadaran yang akan mengontrol prilaku anak-anak kita tetap berada dalam ketakwaannya.

Sumber : FP Dunia Parenting

0 Response to "MEWUJUDKAN KESADARAN RUHIYYAH PADA ANAK"

Post a Comment