-->

Mewujudkan Bisyarah Rasulullah ﷺ


 


Membicarakan masjid Hagia Sophia tak mungkin dilepaskan dari sejarah kotanya. Kota Konstantinopel yang sekarang dikenal dengan nama Islambul atau Istanbul.

Sejak awal berdiri Hagia Sophia sebagai katedral bagi agama Kristen Ortodoks kemudian berubah menjadi masjid setelah penaklukan Konstantinopel ditangan Sultan Muhammad al-Fatih.

Apa yang dilakukan Sultan Muhammad al-Fatih merupakan bentuk keyakinan kaum muslimin terhadap bisyarah ( kabar gembira ) Rasulullah Muhammad ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda :

لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ، فَلَنِعْمَ الأَمِيرُ أَمِيرُهَا، وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ

Sungguh Kostantinopel akan dibebaskan, sebaik–baik amir adalah amirnya dan sebaik–baik pasukan adalah pasukan tersebut.”(HR: Ahmad)

Pembebasan Konstantinopel bukanlah satu-satunya bisyarah Rasulullah. Dalam hadist pembebasan Konstantinopel, Rasulullah ﷺ juga mengabarkan tentang penaklukan kota Roma.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan, salah seorang sahabat Nabi, Abu Qubail bercerita, “Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya, ‘Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Roma?’ Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Lalu ia berkata, ‘Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah ﷺ , beliau ditanya:
أي المدينتين تفتح أولا : أقسطنطينية أو رومية ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : مدينة هرقل تفتح أولا . يعني : قسطنطينية
"Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Roma?' Rasulullah ﷺ menjawab, 'Kota Heraklius dibuka lebih dahulu. Yaitu: Konstantinopel." (HR. Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)

Lalu apa upaya yang harus dilakukan ummat Islam saat ini untuk mewujudkan bisyarah Rasulullah ﷺ tentang penaklukan kota Roma?

Dalam kajian yang diselenggarakan oleh Aliansi Muslim Peduli Ummah (AMPUH), K.H. Abu Hanifah menjelaskan bahwa penaklukan kota Konstantinopel akan terjadi dua kali. Pertama pada masa Sultan Muhammad al-Fatih dan yang kedua pada masa akhir zaman menjelang keluarnya Dajjal.

Beliau ( K.H. Abu Hanifah ) mengutip sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِـي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ؟ قَالُوا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ، فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا، فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلاَحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ، قَالُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا -قَالَ ثَوْرٌ( أَحَدَ رُوَاةِ الْحَدِيْثِ) لاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ قَالَ:- الَّذِي فِي الْبَحْرِ، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا اْلآخَرُ، ثُمَّ يَقُولُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيُفَرَّجُ لَهُمْ، فَيَدْخُلُوهَا، فَيَغْنَمُوا، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ، إِذْ جَاءَ هُمُ الصَّرِيخُ، فَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ، فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ. “
"Pernahkah kalian mendengar satu kota yang satu sisinya ada di daratan sementara satu sisi ( lain ) ada di lautan?” Mereka menjawab, “Kami pernah mendengarnya, wahai Rasulullah!” Beliau berkata, “Tidak akan tiba hari Kiamat sehingga 70.000 dari keturunan Nabi Ishaq menyerangnya ( kota tersebut ), ketika mereka ( Bani Ishaq) mendatanginya, maka mereka turun. Mereka tidak berperang dengan senjata, tidak pula melemparkan satu panah pun, mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu akbar,’ maka salah satu sisinya jatuh ( ke tangan kaum muslimin ) -Tsaur ( salah seorang perawi hadits ) berkata, “Aku tidak mengetahuinya kecuali beliau berkata, ‘Yang ada di lautan.’” Kemudian mereka mengucapkan untuk kedua kalinya, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu akbar,’ akhirnya salah satu sisi lainnya jatuh ( ke tangan kaum muslimin ). Lalu mereka mengucapkan untuk ketiga kalinya: ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu akbar,’ lalu diberikan kelapangan kepada mereka. Mereka masuk ke dalamnya dan mendapatkan harta rampasan perang, ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba saja datang orang yang berteriak meminta tolong, dia berkata, “Sesungguhnya Dajjal telah keluar,’ lalu mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.' ”

Beliau juga mengutip pernyataan imam Ahmad Syakir, bahwasanya imam Ahmad Syakir rahimahullah berkata:

Penaklukan Konstantinopel yang merupakan sebagai kabar gembira dalam hadits ini akan terjadi di kemudian hari, cepat ataupun lambat, hanya Allahlah yang mengetahuinya. Ia adalah penaklukan yang benar ( adanya ) ketika kaum muslimin kembali kepada agamanya, padahal sebelumnya mereka menolaknya. Adapun penaklukan yang dilakukan bangsa Turk yang terjadi sebelum zaman kita ini, maka hal itu hanya sebagai pembuka bagi penaklukan yang terakhir ( paling besar ). Kemudian kota ini keluar dari kekuasaan kaum muslimin ketika pemerintahan di sana telah mengumumkan bahwa pemerintahannya bukanlah pemerintahan Islam dan bukan pemerintahan agama. Mereka telah melakukan perjanjian dengan orang-orang kafir, musuh-musuh Islam, dan memberlakukan undang-undang kafir terhadap penduduknya. Penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin akan kembali dilakukan insya Allah, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ.”

Dalam kesimpulannya beliau menegaskan bahwa bisyarah Rasulullah ﷺ hanya akan terwujud setelah ummat Islam kembali menerapkan syariat Islam dalam sebuah institusi Khilafah sebagaimana yang dinyatakan oleh imam Ahmad Syakir.

"Kaum muslim tidak akan pernah mampu menaklukkan Konstantinopel untuk kedua kalinya bahkan kota Roma kecuali mereka kembali kepada agamanya Islam dan menegakkan Khilafah sebagai institusi pelaksananya. "ungkap beliau.

Beliau juga mengingatkan kaum muslimin untuk ambil bagian dalam mewujudkan bisyarah Rasulullah ﷺ sebagai konsekuensi keimanan.

"Perkara bisyarah adalah wilayah iman. Kejadiannya merupakan kepastian. Ada atau tidaknya kita tidak akan menunda kemenangan, tetapi jika kita meninggalkan perjuangan itu merupakan kerugian." pungkasnya. Wallahu a'lam. [ajo/ampuh]

Resume kajian online zoom AMPUH edisi ke #4 hari Kamis, 23 Juli 2020


0 Response to "Mewujudkan Bisyarah Rasulullah ﷺ "

Post a Comment