-->

KBM Online Bebani Orang Tua Siswa


 


Pemerintah sudah memutuskan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dilakukan melalui online selama satu semester kedepan. Kebijakan ini dinilai membebani orang tua karena harus menyediakan handphone serta kuota internet untuk anak mereka.

Ida (39) warga Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru mengaku dipusingkan dengan kebijakan pemerintah yang memutuskan tetap melakukan pembelajaran online di awal tahun ajaran baru 2020/2021. Di satu sisi, dia ingin memberikan fasilitas handphone untuk anaknya agar tidak ketinggalan pelajaran tapi di sisi lain kondisi ekonominya tidak memungkinkan. “Pusing juga sih. Soalnya gak punya handphone, beli yang murah malah rusak,” katanya, Selasa (14/7),

Namun, lanjutnya, dia tidak memiliki pilihan dan mengerti kondisi pandemi corona saat ini masih terjadi sehingga pembelajaran di sekolah dilakukan secara online. Dia hanya menyarankan kepada anaknya untuk ikut pembelajaran online bareng dengan temannya. “Saya punya anak yang SMK, SMP dan juga SD. Paling saya nyuruh mereka belajar bareng dengan temannya yang punya handphone,” paparnya.

Warga lainnya, Jarodah (40) menambahkan, kebutuhan orang tua siswa saat tahun ajaran baru kali ini bertambah seiring dengan pembelajaran online. Selain untuk membeli buku dan seragam sekolah, juga harus menyediakan handphone dan kuota. Meskipun anaknya tidak memiliki handphone tapi tetap harus membeli kuota. “Soalnya kan bareng dengan temannya, tapi tetap saja kan harus gantiin kuotanya,” paparnya.

Dia berharap agar wabah virus corona bisa segera berakhir agar pembelajaran bisa kembali dilakukan di sekolah. Menurutnya, pembelajaran online terlalu banyak membuang waktu karena waktu belajar anak hanya sebentar. “Belajarnya hanya sebentar mainnya yang lama. Mudah-mudahan saja bisa segera belajar di sekolah lagi, tidak online terus,” ucapnya. (asy/raka)

0 Response to "KBM Online Bebani Orang Tua Siswa"

Post a Comment