-->

Demo Kristen Militan dan PKI Perjuangan


 


By Tarmidzi Yusuf | Pegiat Dakwah dan Sosial

Ada penunjuk arah dari demo bakar dan sobek foto HRS depan Gedung DPR/MPR, Senin 27 Juli 2020 kemarin. Demo puluhan orang yang digerakkan oleh seorang Kristen. Sulit tidak mengatakan bukan sentimen anti Islam.

Penuh sumpah serapah, cacian dan hinaan terhadap HRS. Apa hubungannya HRS dengan Kudatuli? Narasi 'pesanan'. Terlalu mengada-ada dan dipaksakan.

Sebagaimana video yang viral. Seorang perempuan 'ngoceh'. Kudatuli kerjaannya orang-orang khilafah. Belangnya makin kelihatan siapa bermain. Menunjukkan bahwa 'pemain' isu khilafah hari ini orang atau kelompok yang sama dibalik peristiwa Kudatuli.

Sekedar mengingatkan, Kudatuli adalah kerusuhan dua puluh tujuh juli terjadi 24 tahun silam. Tepatnya 1996. Perebutan kantor DPP PDI Megawati oleh PDI Soerjadi di Jl. Diponegoro Jakarta Pusat.

Tahun 1996 isu khilafah belum dijadikan dagangan politik oleh elit tertentu sebagai upaya kambing hitam atas operasi intelijen yang dilakukan tokoh intelijen Indonesia yang berafiliasi politik dengan Kristen militan dan PKI Perjuangan.

Ketika itu jualan yang mereka tiup dan kelola isu radikalisme dan terorisme. Lempar batu sembunyi tangan. Teroris dan radikalis made in intelijen.

Tahun 1996 aroma kebangkitan Islam sudah mulai tercium di kampus-kampus Indonesia. Semarak melaksanakan syariat Islam tumbuh subur. Menjamur di seluruh Indonesia.

Soeharto Presiden ketika itu mulai mendekat ke kelompok Islam dan makin menjauh dari LB Moerdani yang sangat berambisi menjadikan Indonesia sebagai NKRI (Negara Kristen Republik Indonesia). LB Moerdani musuh dalam selimut Pak Harto.

'Pemainnya' orang-orang intelijen berafiliasi politik dengan PKI Perjuangan dan Kristen militan binaan LB Moerdani. Koalisi Neo PKI dan Kristen militan masih berlanjut hingga hari ini. Puncaknya, tahun 1998 dengan jatuhnya Pemerintahan Orde Baru. Era dimana PKI mati suri dan bangkit kembali pasca Soeharto berhenti sebagai Presiden.

"Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS. Fathir : 6)

Memainkan Kudatuli dengan isu khilafah menunjukkan makin terangnya siapa yang 'bermain' dengan Islamphobia selama ini di Indonesia. Tokoh tersebut sudah tua tapi masih mengendalikan peta politik tanah air hingga hari ini.

Saya makin menyangsikan bila ada rumor yang menyebut peristiwa Kudatuli 'permainan' Pemerintahan Orde Baru untuk mengkerdilkan Megawati.

Justru saya menduga sebaliknya. Peristiwa Kudatuli adalah permainan orang-orang anti Soeharto dan anti Islam untuk mengorbitkan Megawati.

Pasca peristiwa Kudatuli nama Megawati makin dibesar-besarkan oleh media yang terafiliasi dengan dua kekuatan tersebut.

Tentu Anda bisa menduga siapa tokoh yang selalu 'jualan' isu khilafah dan punya keterkaitan dengan berbagai stigmatisasi Islam di Indonesia.

Neo PKI dan Kristen militan makin brutal dan arogan permusuhannya terhadap Islam dan Pancasila 18 Agustus 1945 ditandai lahirnya RUU HIP. Kini ganti kostum dengan RUU BPIP. Pancasila yang dimaksud dalam RUU BPIP adalah Pancasila 1 Juni 1945, yaitu Ekasila.

Genderang perang telah mereka tabuh. Bagaimana dengan kita?Sumpah serapah dan cacian tidaklah perlu karena kita tidak serupa dengan mereka. Apalagi garangnya hanya di media sosial tapi nihil aksi nyata.

Saatnya umat Islam bersatu dan bergerak nyata sebelum NKRI benar-benar berubah menjadi Negara Komunis Republik Indonesia dan Negara Kristen Republik Indonesia.

Rest Area Karang Tengah KM 14, 8 Dzulhijjah 1441/29 Juli 2020

0 Response to "Demo Kristen Militan dan PKI Perjuangan"

Post a Comment