-->

Pentingnya Seorang Pemimpin

 
Oleh : Vio Ani Suwarni

Hingga kini dunia masih berada dalam lingkaran corona. Termasuk negara kita tercinta Republik Indonesia. Beberapa hari ini pun sempat beredar kabar berdamai dengan corona yang disampaikan langsung oleh Presiden RI. Kampanye Kurva Landai, yang masih memunculkan banyak keraguan. Serta baru-baru ini ada rencana yang belum ditunjang dengan persiapan yang matang. Yakni keinginan pemerintah membuka kembali sekolah.

Banyaknya peristiwa di masa pandemi corona yang masih simpang siur dan tumpang tindih, ternyata tidak berhenti sampai disitu saja. Baru-baru ini tidak hanya jagat nyata, jagat maya pun gencar memberitakan berita yang sangat menghebohkan ini. Lebih membuat kaget lagi media di Indonesia tidak segencar media di Korea Selatan (Korsel) yang selalu update terkait berita tersebut. Padahal berita ini sangat berkaitan erat dengan Negera kita tercinta. Dimana berita tersebut memberitakan terkait kabar meninggal dan dilarungkannya ABK asal Indonesia.

Berita meninggal dan di larungkannya Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia di kapal berbendera China, menggoreskan luka yang teramat dalam bagi keluarga dan juga Indonesia. Pasalnya kasus tersebut merupakan bagian dari perbudakan modern yang menimpa para TKI yang sedang bekerja di China. Dari enam elemen perbudakan modern, kasus yang menimpa para ABK ini terindikasi mempunyai tiga elemen diantaranya seperti buruh kontrak, pekerja paksa dan perdagangan manusia," ujar Sukamta Komisi I DPR RI.

Negara yang harusnya hadir membela terhadap hak-hak warga negara yang bekerja dengan pihak asing, seolah absen dalam penanganan kusus tersebut. Terbukti dengan banyaknya kejanggalan, seperti perizinan orang tua korban yang memperbolehkan dilarungkan. Kompensasi kematian dan juga gaji yang belum jelas. Alih-alih mendapatkan pembelaan dari negara, pemerintah justru mengiyakan apa yang diutarakan oleh pihak China.

Pihak Kemenlu China bersikukuh pelarungan terhadap ABK asal Indonesia dilakukan sesuai ketentuan kelautan internasional. “Kemlu RRT menjelaskan bahwa pelarungan telah dilakukan sesuai praktik kelautan internasional untuk menjaga kesehatan awak kapal sesuai ketentuan ILO”. Tetap saja pemerintah Indonesia harus mengusut tuntas kejadian tersebut.

Tak hanya itu, Kemenlu China juga menyampaikan ABK yang meninggal di kapal dan dilarung ke laut sudah memeroleh persetujuan dari pihak keluarga. “Dari informasi yang diperoleh KBRI, pihak kapal telah memberitahu pihak keluarga dan mendapat surat persetujuan pelarungan ke laut dari keluarga tertanggal 30 Maret 2020, pihak keluarga juga sepakat menerima kompensasi kematian dari kapal Tian Yu 8,”. Tapi, berbeda halnya dengan penuturan keluarga yang menerima kabar kalau korban dimakamkan secara Islam.

Negara tentu saja harus mengambil tindakan tegas dan mengusut tuntas penjelasan yang belum jelas. Pasalnya jika memang iya proses pelarungan itu diperbolehkan, seharusnya terdapat pada kontrak kerja. Pun terkait gaji yang diterima yang hanya berkisaran 1,8 juta. Padahal untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, para TKI menjaminkan uangnya terlebih dahulu. Belum lagi dengan sikap China yang memberikan makanan dan minuman yang berbeda antara awal kapal asli China dengan para ABK.

Sebagai warga negara dimanapun kita berada. Ntah itu berada di dalam negeri ataupun di luar negiri. Kita sangat membutuhkan sosok pemimpin dan juga negara yang siap membela warganya. Agar kita selalu merasakan kenyamanan dalam bekerja dan beraktivitas karena negara selalu ada. Karena hal tersebut memang merupakan bagian dari tugas dan tanggungjawab seorang pemimpin dan negara terhadap warganya.

Firman Allah SWT yang menjelaskan Tugas dan Tanggungjawab Pemimpin terdapat pada QS. An-Nisaa’: 58

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (٥٨)

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.

Allah SWT sudah sangat jelas menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. Makna amanat disini untuk seorang pemimpin adalah menyampaikan segala sesuatu haruslah kepada yang berhak menerimanya. Setiap warga negara berhak menerima haknya, termasuk pembelaan terhadap ketidakadilan.

Tentu saja kasus meninggal dan dilarungkannya ABK asal Indonesia ini adalah sebuah ketidakadilan. Dimana seharusnya baik korban, keluarga ataupun negara menerima hak-haknya dengan baik. Jangan sampai hanya kerena terhalang keberadaan warga negara yang berada di luar Indonesia, lantas peraturan dilonggarkan. Karena sejatinya setiap muslim ingin meninggal dan dimakamkan dengan cara dan keadaan yang paling baik. Segera hadirlah negara untuk membela warganya.

Wallahu 'alambkshowab

0 Response to "Pentingnya Seorang Pemimpin"

Post a Comment