-->

Pandangan Pembina AMPUH Karawang, Terhadap Surat Edaran Bupati Tentang Pembatasan Kegiatan Di Bulan Ramadhan 2020


Dalam Kajian Online edisi perdana program Ramadhan 2020, dengan tema
"Menyambut Ramadhan, Meneladani Nabi ﷺ, dan Berjuang Menegakkan Syariat Islam". Pembina AMPUH (Aliansi Muslim Peduli Ummah) Karawang, Ustadz Abu Hamzah berpesan pada jamaah terkait surat edaran bupati karawang tentang kegiatan Ibadah di Bulan Ramadhan 2020 ini.

Pesan ini Beliau sampaikan sebagai jawaban dalam sesi tanya jawab yang dilontarkan oleh jamaah tentang di tiadakannya sholat taraweh bahkan nanti sampai ke sholat Ied, Banyak orang yang bilang bahwa paham komunis sudah masuk.. Tapi pemerintah beralasan bahwa ini cara penanganan covid 19 dengan cara sosial distanching.

Berikut redaksi kutip jawaban dari Ustadz Abu Hamzah

Bahwa memang pandemic Covid-19 hari ini tidak ada satupun pihak di dunia baik dunia dengan wawasan keilmuan dan kesehatan yang canggih sekalipun yang bisa menyelesaikan dan mengantisipasi penyebaran covid-19 ini.

maka tentu keberadaan pelaksanaan kegiatan yang mengakibatkan berkumpulnya sejumlah manusia termasuk dalam pelaksanaan shalat dan sebagainya, tentu ini juga harus kita pandang sebagai sebuah upaya maksimal dari Para pemilik kebijakan untuk menjaga agar tidak terjadi yang namanya penyebaran covid-19 atau virus Corona ini.

Tentu penyikapan ini dengan cara yang dewasa, kita sekali lagi dihadapkan pada situasi yang istilah OTG (Orang tanpa gejala) artinya orang tersebut ketika terpapar virus Corona kondisi badannya sehat tidak menampakan gejala sakit dan lain sebagainya, tetapi ketika dia berkumpul dengan orang-orang di sekitar dia yang kebetulan imunitasnya rendah tentu ini akan mengakibatkan orang yang imunitasnya rendah akan terpapar virus Corona, di saat yang bersamaan si OTG ini tetap dalam keadaan sehat walafiat, maka dari itu semua, tentu penanganan seperti sosial distanching akan sampai pada tahap yang sangat kita sesalkan dalam kondisi amat berbahagia di bulan suci Ramadan tersebut, yakni ditiadakannya salat tarawih, ditiadakannya makan, shalat Idul Fitri dan lain sebagainya.

Tentu sikap-sikap yang harus dimunculkan wabilkhusus kita sebagai pengemban dakwah yang memberikan penyadaran kepada umat, bahwa ini adalah resiko dari sebuah penyakit yang kita tidak tahu seperti apa metode penyembuhan yang paling efektif, maka bagi orang-orang yang kemudian memiliki kewenangan dengan melakukan tindakan seperti yang kita rasakan hari ini dengan menutup tempat-tempat ibadah dari kegiatan kerumunan massa, ini juga harus kita hargai sebagai upaya maksimal yang bisa mereka jalani.

Ala kulli hal yang paling mengerti dengan situasi tersebut tentu tidak hanya atau bukan kita, tapi orang-orang yang ahli di bidangnya, yaitu para tenaga medis. Maka rujukan dari tenaga medis yang mungkin sering kita dengar dengan istilah yang disampaikan Rasul Saw, Antum a'lamu Bi umuri dunyakum, kalian paling tahu tentang urusan dunia kalian. yakni dalam masalah pandangan para medis atau tenaga medis, dari sanalah pendapat-pendapat medis tersebut akan digunakan semata-mata dalam rangka untuk mengantisipasi dan memutus jaring penyebaran virus corona tersebut.

Maka sekali lagi adanya pembatasan sampai penutupan tempat-tempat ibadah tadi dalam perspektif keamanan agar jangan tercemar virus Corona, ini bagian dari upaya mereka yang paling maksimal sambil kita berharap bahwasanya perkara ini harus kita sikapi dengan penuh kebijakan, dengan penuh ke dewasaan seraya tetap Munajat Berharap Bahwa apa pun yang terjadi semuanya sudah merupakan qodho atau ketetapan dari Allah subhanahu wa ta'ala, maka langkah kita berikutnya lagi menetapkan di qodho yang lain yakni berupaya menghindar dengan segenap upaya agar virus ini betul-betul bisa segera keluar dan diambil kembali oleh Allah subhanahu wa ta'ala, asal dari Allah kembali kepada Allah itu barangkali untuk Jawaban dari pertanyaan pertama 

0 Response to "Pandangan Pembina AMPUH Karawang, Terhadap Surat Edaran Bupati Tentang Pembatasan Kegiatan Di Bulan Ramadhan 2020"

Post a Comment