-->

Di Tengah Pandemi, Pendidikan Tidak Mati


Oleh: Sherly Agustina, M.Ag (Revowriter Waringin Kurung)

"Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (HR. Bukhori)

Negeri ini sedang dilanda wabah, wabah dari makhluk mungil bernama Corona atau Covid-19. Sejak diketahui penyebarannya begitu cepat pemerintah mengambil kebijakan Social Distancing (pembatasan sosial atau jaga jarak), maka sekolah di berbagai daerah mulai diliburkan sebagai upaya pencegahan Covid-19. Sampai hari ini korban jumlah total korban Covid -19 menjadi 1.790 kasus positif akumulatif,  ujar juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB,  (detikNews, 2/4/20).

Lebih tepatnya aktifitas belajar anak-anak dipindahkan ke rumah dengan beberapa cara hasil kerja sama antara orang tua dengan guru perwakilan dari pihak sekolah. Hingga dikenal istilah daring (dalam jaringan) atau LFH (Learning From Home). Satu sisi para orang tua harus beradaptasi dengan metode ini karena belum terbiasa, maka ada para ortu yang mulanya gagap daring tapi seiring berjalan waktu bisa menikmati dan menjalaninya di tengah aktiftas rumah yang luar biasa.

Walau aktifitas belajar tidak seperti biasanya, pada saat ini banyak hal yang bisa dilakukan oleh para orang tua pada anak-anak di antaranya:

Pertama, mengenalkan dan memperkuat akidah anak-anak. Mengenalkan bagi usia anak yang masih dini usia Pra TK-TK, sedangkan memperkuat untuk usia di atas itu. Menjelaskan bahwa kondisi saat ini tidak lepas dari kehendak Allah Swt yaitu qodho/takdir yang harus diyakini pasti yang terbaik seburuk apapun dalam pandangan manusia.

Corona  makhluk Alah Swt, yang menggerakkan Allah Swt, memiliki potensi atau khasiat untuk mematikan dari Allah Swt. Menggambarkan betapa Allah Swt Maha Hebat dan Maha Segalanya, sementara manusia makhluk lemah dan terbatas.

Sikap muslim terhadap qodho ialah harus ridho tidak ada pilihan lain karena ini bahasa keimanan. Terkadang, untuk menjelaskan tentang keimanan pada anak cukup sulit. Ketika kondisi saat ini bisa diindra dan dirasakan langsung oleh anak-anak diharapkan bisa dengan mudah difahami.

Kedua, Mengenalkan dan menjelaskan tentang pentingnya kebersihan. Islam aturan yang luar biasa sempurna, di dalamnya terdapat aturan tentang kebersihan. Hadis populer: "Kebersihan sebagian dari iman", menjadi salah satu spirit agar seorang muslim senantiasa menjaga kebersihan. Bahkan tentang kebersihan atau thaharah terdapat bab dan kitab tersendiri di dalam fiqh Islam.

Praktik kebersihan sehari-hari sering mencuci tangan saat hendak makan atau setelah beraktifitas, wudhu, mandi besar dan kecil, pola makan dan hidup sehat. Aturan mengenakan jilbab dan khimar pun bagian dari menjaga kebersihan badan, betapa Islam sangat luar biasa perhatiannya terhadap kebersihan. Hal tersebut sebagai bagian dari preventif agar tidak mudah terkena penyakit, karena kesehatan mahal harganya.

Anak bisa diajak langsung menerapkan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah. Berbagi tugas membantu ibu di rumah misalnya menyapu dan mengepel, membersihkan sekitar rumah. Aktifitas yang mungkin jarang dilakukan oleh anak-anak selama ini, bisa lebih menjalin kedekatan antara orang tua dan anak khususnya para ibu.

Ketiga, kondisi di rumah tetap harus belajar agar ruh mencari ilmu tidak hilang. Karena terbatas tidak boleh ke luar rumah  semaksimal mungkin maka harus ada metode atau cara alternatif agar proses belajar di rumah tetap terlaksana. Teknologi bisa menjadi alternatif dalam situasi seperti saat ini, belajar online (daring) di bawah kontrol orang tua. Menjalin komunikasi dengan guru terkait materi apa saja yang harus dipelajari dan dilaporkan dalam bentuk online. Anak-anak bisa bertatap langsung dengan gurunya via online atau bisa mengikuti kelas online lainnya.

Keempat, agar tidak bosan anak-anak bisa diajak main game atau permainan dan diberikan reward. Game bisa dilalukan dengan fisik atau gadget tapi yang mendidik di bawah pantauan orang tua.

Bisa juga game hafalan per ayat atau surat sehingga bisa tetap menjaga hafalan anak-anak bahkan selama kondisi seperti ini bisa menambah hafalan anak-anak dengan lebih baik.

Cemas dan panik hal yang wajar, tapi kembali bahwa ini ketentuan dari Allah Swt dan pasti ada hikmah di balik semua ini. Lakukan apa yang bisa dilakukan, semoga wabah ini segera berlalu. Untuk menjaga kewarasan, para ibu diupayakan tetap 'on' keimanannya dan sesekali relaxaxi.

'Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Tirmidzi)

Allahu A'lam Bi Ash Shawab.

Sumber : FP Guru Muslimah Inspiratif

0 Response to "Di Tengah Pandemi, Pendidikan Tidak Mati"

Post a Comment