-->

Tentang Ahmad Yasin, Spirit Kepahlawanan dan Ketakutan Zionis


Gen Saladin | @gen.saladin | t.me/gensaladin

#TodayinHistory - Lelaki itu, walau sudah senja usianya namun gaung namanya dan kekokohan sikapnya membuat bergetar siapapun yang melihatnya. Padahal matanya hampir tak bisa melihat, begitupula pendengarannya yang nyaris tak mampu mendengar, apalagi jasadnya terduduk di atas kursi roda sepanjang sisa hidupnya.

Sekilas, kamu barangkali akan tergambar tentang sosok orang tua yang seharusnya sudah saatnya menikmati hari tua. Namun, beliau, nyatanya memang menikmati hari tuanya; menikmatinya dalam seruan demi seruan jihad, dakwah dan mengobarkan gairah perlawanan rakyat Palestina untuk melawan imperialisme modern zionis israel, laknatullah 'alaihim.

Siapa yang tak mengenalnya; Syaikh Ahmad Ismail Yasin. Beliau Seorang da'i, Mujahid, dan seorang syahid yang mencurahkan hidupnya untuk membangun kembali Dakwah Islam di Palestina, pendiri sekaligus presiden organisasi keislaman terbesar di Gaza.

Sebelum terjun ke medan dakwah yang berhadapan langsung dengan zionisme, Syaikh Ahmad Yasin adalah seorang guru Bahasa Arab dan Tarbiyah Islamiyyah. Namanya mulai melangit di langit Palestina dan menjadi ancaman bagi zionis israel ketika beliau menjadi khatib dan penceramah dari masjid ke masjid. Orasinya terkenal dengan penjelasan yang detail dan mudah dipahami, sekaligus hujjah yang kuat.

Kaderisasi Syaikh Ahmad Yasin benar-benar serius dilakukannya. Beliau memiliki kebiasaan, yakni memilih siswa-siswa berprestasi dan mengajak mereka ke masjid seusai belajar di kelas untuk mereka kegiatan wawasan, olahraga dan amal sosial. Inilah salah satu benih pendirian Universitas Islam Gaza yang sangat beliau tekuni segala kegiatannya sebagai pengisi.

Beliau juga sangat memerhatikan pendidikan anak-anak kecil di sekitarnya. Salah satu muridnya, Nizar Rayyan, menceritakan bahwa Syaikh Ahmad Yasin kadang terlambat pulang dari sekolah untuk membuat mentoring dengan sebagian murid-muridnya. Di majelis kecil itu, Syaikh mengajarkan tata cara shalat, akhlak, dan membaca Alquran.

"Syaikh Ahmad Yasin selangkah demi selangkah menaikkan level pengajaran bagi grup mentoring itu. Setelah komitmen untuk sholat, terbiasa membaca Al Qur'an, maka Syaikh mengajak binaannya untuk berpuasa sunnah terutama Senin dan Kamis", tutur Nizar Rayyan.

Melihat hal itu, orangtua para murid datang ke sekolah dan melakukan unjuk rasa (saat itu orang-orang Palestina sedang jauh dari Islam). Mereka berkata, "Dengarkanlah wahai Syaikh! Kalau anak-anak kami disuruh shalat, kami ridha. Kalau disuruh membaca Al Qur'an, kami tahu itu perbuatan baik. Adapun puasa pada hari Senin dan Kamis, itu kelewatan!"

Setelah kekalahan Kaum Muslimin tahun 1967, dimana zionis israel menduduki semua wilayah Palestina termasuk Jalur Gaza, Ahmad Yasin terus mengobarkan spirit perjuangan para jamaah shalat dari mimbar Masjid Al-Abbas di daerah Al-Remal. Orasinya membicarakan narasi untuk menentang penjajah zionis, sekaligus mengajak jamaah untuk membantu keluarga para syuhada dan tahanan.

Berkali-kali semenjak itulah Syaikh Ahmad Yasin ditangkap dan dipenjara, disiksa dan disakiti oleh zionis. Dari penjara ke penjara, beliau dianggap sebagai penjahat nomor wahid yang mengancam eksistensi israel di Palestina. Di bawah suhu musim panas 45° Celcius dan musim dingin minus 5° Celcius, Ahmad Yasin bertahan dan bahkan membuat gentar sipir.

Salah satu sipir penjara Hadarim berkata, "Syekh Yasin memiliki kepribadian yang sangat kuat dan mengendalikan apa yang terjadi di dalam dan di luar penjara. Kami menahannya di Penjara Hadarim dalam kondisi yang sangat keras. Kami bahkan menghukumnya dengan kematian. Kami menolak kunjungan siapapun dan mengisolasinya selama 5 tahun di ruang bawah tanah yang mencapai 45 derajat di musim panas."

Syahidnya Syaikh Ahmad Yasin.

Ahmad Yasin mengatakan dalam wawancara televisi terakhirnya: "Kami adalah pencari kesyahidan. Kami tidak tertarik pada kehidupan ini, hidup di dunia ini murah, dan kami mencari kehidupan abadi."

zionis berusaha berkali-kali melakukan operasi pembunuhan pada Syaikh Ahmad Yasin, namun walau begitu usaha-usaha mereka sia-sia. Sampai pada satu hari Senin subuh di Gaza, pada tanggal 22 Maret 2004 bertepatan dengan Bulan Shafar 1425 Hijriah, Syaikh Ahmad Yasin baru saja pulang dari Shalat Subuh dari Masjid Al Majma' dekat rumah beliau.

Ketika beliau hendak naik ke mobil bersama murid-muridnya, tetiba dari arah yang tidak diduga muncul helikopter Apache dan menembakkan 3 rudal dan menimbulkan ledakan yang cukup besar dan menghancurkan.

Bayangkan, zionis atas perintah Ariel Sharon harus menggunakan Helikopter Apache dan menembakkan tiga rudal ke arah bapak tua di atas kursi roda, yang sedang dalam perjalanan ke mobilnya! Betapa pengecutnya mereka! Dan betapa ngerinya Ahmad Yasin di mata zionis.

Dalam waktu singkat, Syaikh Ahmad Yasin Syahid pada saat itu juga dan dua putranya terluka parah, tujuh sahabat beliau pun syahid. Bagian-bagian dari kursi roda tempat Ahmad Yasin bepergian terpecah di seluruh tempat kejadian, mendanakan betapa hebatnya ledakan 3 rudal Apache tersebut. Namun, inilah kesyahidan yang memang beliau rindukan. MasyaAllah. Syahid selepas shalat subuh!

Rahimakallah ya Syaikh Ahmad Yasin. Salah satu inspirasi terbesar bagi perjuangan rakyat Palestina secara khusus dan Dunia Islam secara umum untuk kembali bangkit. Untuk kembali bangun dari tidur panjang dan tampil sebagai kesatria gagah di panggung peradaban.

Salah satu pesan beliau yang hingga kini masih terngiang, "hidup di jalan Allah memang perkara sulit. Namun, kamu akan hidup dalam kemuliaan, dan mati dalam kemuliaan!"

References :
1. الشيخ المجاهد أحمد ياسين السيرة الذاتية موقع دعاة أون لاين
2. الشيخ أحمد ياسين قسم المقالات. خانة كتاب الموقع. بقلم عبد الله الطنطاوي
3. الشيخان ياسين وريان.. أسرار جديدة -  نسخة محفوظة 02 يناير 2015 على موقع واي باك مشين.

0 Response to "Tentang Ahmad Yasin, Spirit Kepahlawanan dan Ketakutan Zionis"

Post a Comment