-->

PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN (KAMPANYE BPFA+25)


Oleh : Titin Kartini

Di Indonesia, faktor ekonomi dan patriarki (lelaki mendominasi masyarakat) seolah menjadi hal yang tidak dapat dielakkan oleh kaum perempuan. Padahal, menurut psikolog Pendidikan Reky Martha, pendidikan dapat menjadi peluang perempuan menyejahterakan hidupnya. Dengan pendidikan yang tinggi, perempuan dapat memberikan ilmu bagi dirinya dan orang sekitar.Perempuan juga dapat menaikkan derajat hidupnya. (cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170308130607-277-198669/perempuan-indonesia-masih-tertinggal-dalam-pendidikan)

Sementara itu SATUHARAPAN.COM melaporkan meskipun terdapat kemajuan dalam pendidikan selama 25 tahun terakhir, kekerasan terhadap wanita dan anak perempuan masih terjadi di banyak wilayah di seluruh dunia, menurut sebuah laporan yang dirilis pada Rabu (4/3) dari UNICEF, Entitas PBB untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women), dan Plan Internasiaonal.

Laporan yang dirilis jelang sesi ke-64 Komisi Status Perempuan pekan depan itu memaparkan jumlah anak perempuan yang putus sekolah 79 juta orang dalam dua dekade terakhir, dan dalam satu dekade terakhir anak perempuan memiliki kemungkinan lebih besar untuk melanjutkan ke sekolah menengah dibanding anak laki-laki.

Saat ini terdapat sekitar 1,1 miliar anak perempuan di dunia, papar laporan setebal 40 halaman berjudul "Era Baru untuk Anak Perempuan, Merangkum Kemajuan 25 Tahun" itu.

Pada 1995, dunia mengadopsi Beijing Declaration anf Platform for Action, agenda kebijakan paling komprehensif untuk kesetaraan gender, dengan visi mengakhiri diskriminasi terhadap wanita dan anak perempuan, kata laporan itu. Namun 25 tahun kemudian, diskriminasi dan stereotip yang membatasi masih lazim ditemukan.
(satuharapan.com/read-detail/read/pbb-pendidikan-perempuan-meningkat-namun-masih-dibayangi-kekerasan)

Perempuan makhluk ciptaan Allah SWT satu ini memang tak pernah sepi dari pembahasan, saking uniknya makhluk satu ini apapun yang ada dalam diri mereka menjadi pembahasan global yang tak ada hentinya. Saat ini dunia kapitalis sangat memanfaatkan perempuan untuk menjadikan mereka sebagai objek yang bisa menghasilkan pundi-pundi uang disegala bidang tak terkecuali dalam hal pendidikan.

Dalam sistem kapitalis, pendidikan untuk perempuan bertujuan untuk mencari kerja agar bisa bersaing dengan kaum adam. Untuk meningkatkan taraf hidup perempuan maka perempuan harus mempunyai pendidikan yang tinggi hingga mereka bisa menduduki jabatan apapun, baik yang halus tingkat tinggi  seperti menjadi penguasa, pelayan publik maupun yang yang kasar seperti menjadi buruh bangunan sekalipun perempuan harus mampu untuk melakukannya, belum lagi pekerjaan-pekerjaan yang notabenenya dekat dengan kemaksiatan seperti dunia entertaintmen.

Dengan dalih meningkatkan taraf hidup dan meminimalisir kekerasan  kaum hawa, maka kafir barat dengan segala cara mencoba untuk terus mengekploitasi perempuan dengan wacana kesetaraan gender dimana perempuan harus mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki, atau sejajar tak ada perbedaan sedikitpun.

Ini sangat berbeda dengan pandangan islam tentang perempuan. Perempuan dalam islam memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan, perempuan adalah mahkluk yang sangat dijaga kehormatannya dalam islam, karena perempuan adalah ibu pengatur rumah tangga, madrasah utama bagi anak-anaknya. Maka ditangan perempuanlah para calon generasi islam terlahir.

Dalam hal pendidikan, islam adalah agama yang sangat tegas memerintahkan umatnya untuk mempunyai pendidikan tanpa terkecuali. Seperti sabda Rasulullah Saw : " Menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim " (HR. Ibnu Majah).
Serta Sabda Rasulullah ﷺ tentang jaminan para penuntut ilmu dalam HR.Muslim : " Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan menuju ke surga".

Dua Sabda Rasulullah ﷺ diatas sekiranya cukup untuk kita memahami, betapa Islam sangat tegas mewajibkan umatnya menuntut ilmu. Namun tentu berbeda dengan kapitalis tujuan Islam menuntut ilmu bagi seorang perempuan bukan untuk meningkatkan taraf hidup dengan bekerja,namun seorang muslimah memang harus pintar karena peran utamanya sebagai seorang istri  dan ibu yang akan mendidik anak-anaknya.

Islam pun tak melarang perempuan untuk bekerja, namun tidak semua pekerjaan bisa dilakukan oleh perempuan. Ketika suatu pekerjaan banyak mendatangkan mudarat bagi seorang perempuan maka islam pun melarangnya seperti pekerjaan-pekerjaan yang mengeksploitasi aurat perempuan, bekerja yang mengharuskannya sampai larut malam, dan Islam pun mengharamkan perempuan untuk menjadi penguasa seperti presiden.

Larangan-larangan tersebut bukan untuk mengekang perempuan, namun untuk melindungi kaum perempuan dari kejahatan. Sedangkan untuk menjadi seorang pemimpin dalam arti penguasa, seorang perempuan memang diharamkan sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Islam mewajibkan perempuan untuk menuntut ilmu, bertujuan untuk mencerdaskan perempuan agar mereka menjadi ibu yang bisa mendidik anak-anaknya, bahkan Islam menyarankan seorang laki-laki ketika memilih calon istri kepintaran dan kecerdasan menjadi salah satu pertimbangan karena dari rahim istri yang cerdas akan terlahir generasi yang cerdas pula. Kita tentu pernah mendengar kisah perjuangan seorang ibu hingga lahir darinya seorang ulama mahzab terkenal yaitu imam Syafi'i . Beliau lahir dari seorang ibu yang cerdas yang bisa mendidiknya hingga menjadi seorang ulama besar.

Kekerasan pada perempuan yang terjadi saat ini karena tidak adanya kesadaran akan peran dan tanggungjawab dari kedua belah pihak, baik perempuan maupun laki-laki, namun dengan kesetaraan gender bukanlah solusi yang dapat menuntaskan semua permasalahan yang dialami oleh perempuan baik dari segi ekonomi, pendidikan, sosial maupun masalah lainnya yang dialami perempuan.

Dalam Islam negara akan turut serta mengatur peranan antara laki-laki dan perempuan tentu dengan hukum yang sesuai dengan Syariat Islam.

Islam akan memperlakukan hak dan kewajiban yang sama dalam masalah hukum dan sangsi yang sesuai syariat untuk laki-laki maupun perempuan. Namun Islam akan menempatkan peranan masing-masing sesuai dengan fitrah mereka, fitrah seorang kaki-laki adalah mencari nafkah maka negara akan menyediakan pekerjaan yang layak sehingga seorang laki-laki mampu untuk mencukupi keluarganya, perempuan fitrahnya sebagai seorang ibu pendidikan utama generasi Islam berawal dari rumah tentu dengan ibu yang pandai mengatur rumah tangga dan tempat bertanya sang anak sebelum mereka bertanya pada orang lain, maka pendidikan sangat diutamakan oleh Islam baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Alhasil, hanya dengan diterapkannya hukum-hukum Islam dalam semua lini kehidupan tak akan ada kesenjangan antara laki-laki dan perempuan karena peranan mereka yang sudah diatur oleh negara sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya yang tercantum dalam al-Quran dan as-Sunnah.
Wallahu a'lam bi ash-shawab

Kontributor : WadahAspirasiMuslimah

0 Response to "PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN (KAMPANYE BPFA+25)"

Post a Comment