-->

Corona Di Indonesia: Muhasabah Taqarrub Illallah


Oleh: Sherly Agustina, M.Ag (Revowriter Waringin Kurung)

"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia". (QS Yasin ayat 82).

Corona Ke Indonesia: Qadha Allah SWT

Bagi hamba yang beriman, apapun yang terjadi atau menimpa adalah bagian dari kehendak Allah. Karena hal tersebut adalah qadha Allah dan pasti yang terbaik untuk hambaNya seburuk apapun dalam pandangan manusia. Seperti Corona yang ditetapkan sebagai pandemik, saat ini virus nya sudah sampai ke Indonesia dan sudah mulai ada korban. Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan penambahan pasien positif virus corona sebanyak 27 kasus baru, sehingga total menjadi 96 pasien positif virus Corona. Namun, lima di antara pasien itu dinyatakan meninggal dunia. (KumparanNews, 14/03/20).

Hal ini sebagai renungan dan muhasabah, bahwa manusia lemah dan terbatas butuh dzat yang Maha Kuat di luar dirinya. Melihat fenomena krisis dan masalah yang mendera umat saat ini, seharusnya umat semakin mendekat taat pada Allah Swt bukan semakin menjauh. Sangat miris, ekonomi dan kemiskinan yang semakin tinggi, utang kian menumpuk, para pekerja dibayang-bayangi PHK dan pengangguran.

Belum lagi masalah lainnya, fenomena legebete, bullying, free sex, perceraian, incest, pembunuhan sadis, perselingkuhan, dan sebagainya. Seakan umat tak bisa bernafas melihat masalah ini. Ajaran Islam dikriminalisasi, Assalamu'alaikum hendak diganti dengan salam Pancasila, ayat suci dan kitab  suci di bawah konstitusi, haram mengikuti sistem pemerintahan Nabi Saw, khilafah Islam tertolak, pejuang Islam dan ulama dipersekusi juga dikriminalisasi. Tidakkah berpikir bahwa  Allah Swt murka dengan semua ini?

Segera Bertaubat Kepada Allah SWT

Sebagai mukmin, setiap yang terjadi adalah sebuah renungan, ujian dan teguran. Sudah sejauh mana taat yang dilakukan dan pembelaan terhadap agama Allah Swt dan rasulNya, semakin dekatkah padaNya? Melihat kejahatan terhadap ajaran Islam yang dkriminalisasi, dzalimnya rezim terhadap rakyat, kerasnya persekusi bagi para pejuang Islam dalam menyuarakan kebenaran  dan makin kuatnya cengkreman musuh Islam di negeri ini, apa yang sudah dilakukan?

Tidakkah lihat bagaimana perjuangan Nabi Saw dan para sahabat dengan berbagai ujian dan tekanan, mereka tetap berdakwah tanpa takut dan lelah. Perjuangan dan pengorbanan dilakukan dengan sebaik-baiknya apapun resikonya hingga mendapati satu di antara dua pilihan: hidup mulia atau mati syahid. Dan Allah Swt menangkan agama ini di atas agama-agama yang lain.

Umat sudah terlampau parah mengalami sakit kronis, para pejuanglah dokternya dan obatnya adalah Islam, maka sebagai dokter spesial harus terus mengontrol kesehatan umat dan  terus memberikan obat agar segera pulih. Negeri ini sudah terlampau jauh bermaksiat kepada Allah Swt dan harus segera bertaubat, taubat nasuha ialah segera kembali pada aturan Allah Swt untuk menerapkan syariahNya tidak ada pilihan lain, dan jangan sampai Allah Swt semakin murka.

Wahai umat Islam, tidakkah ini menjadi renungan bagi kita semua agar semakin bertaqarrub kepada Allah Swt memohon ampun dan berlindung dari fitnah dunia dan fitnah akhir zaman, di mana memegang Islam seperti memegang bara api. Saat ini virus Corona semakin menyebar maka mari banyak-banyak berdoa:  "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit sopak, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.” (HR. Abu Dawud, Al-Nasai, Ibnu Hibban, dan selainnya)

Dan ingat sabda Nabi Saw dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang thaun (wabah penyakit yang mematikan). Beliau memberitahuku bahwa thaun adalah:   “Adzab yang Allah kirim kepada orang yang Dia kehendaki. Allah jadikan thaun sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang di negerinya mewabah thaun lalu ia tetap berada di situ dengan sabar dan berharap pahala, ia tahu tidak ada musibah yang menimpanya kecuali apa yg telah Allah tetapkan bagi dirinya melainkan baginya pahala seperti pahala seorang syahid.” (HR. Al-Bukhari)

Allahu A'lam Bi Ash Shawab.

0 Response to "Corona Di Indonesia: Muhasabah Taqarrub Illallah"

Post a Comment