-->

BAHTSUL MASAIL DAN PERAN ULAMA MASA KINI

Oleh : Siti Rima Sarinah

Walikota Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menghadiri pembukaan Bahtsul Masail Pra-Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2020 di Pondok Pesantren Al- Falakiyah Pagentongan, Loji Bogor Barat, Minggu (1/3/2020). Rasa bangga dan kehormatan yang luar biasa disampaikannya karena untuk pertama kalinya Kota Bogor ditunjuk sebagai tuan rumah Bahtsul Masail. “Ini, sebetulnya selaras dan senafas dengan sejarah di Kota Bogor. Ulama, para wali, semua tidak bisa terlepaskan dari sejarah bumi Pasundan dan Kota Bogor kita tercinta. Jadi, tidak bisa kita memisahkan peran ulama dalam sejarah Jawa Barat dan juga sejarah di Kota Bogor ini”. https://www.radarbogor.id/2020/03/01/hadiri-bahtsul-masail-bima-arya-ungkap-3-hal-kekaguman-terhadap-nu/

Bahtsul Masail merupakan tradisi intelektual yang sedang berlangsung lama sebelum NU berdiri dalam bentuk organisasi formal (jam’iyah), aktivitas Bahtsul Masail telah berlangsung sebagai praktek hidup ditengah masyarakat muslim nusantara, khususnya kalangan pesantren. Hal itu merupakan pengewajantahan tanggung jawab ulama dalam membimbing dan memandu kehidupan keagamaan masyarakat sekitar. NU kemudian melanjutkan tradisi itu dan mengadopsinya sebagai bagian kegiatan keorganisasian. Di lingkungan organisasi NU sendiri,  Bahtsul Masail adalah diskusi atau musyawarah untuk mencari jawaban dalam rangka menyelesaikan persoalan yang ditanyakan oleh anggota masyarakat kepada kyai/ulama.

Tidak dapat dipungkiri, peran ulama ditengah masyarakat sangatlah penting dan dibutuhkan oleh umat, karena mereka dijadikan panutan bagi masyarakat  dan fungsinya  sebagai pewaris para Nabi. Sejarah Indonesia telah  mencatat bagaimana  ulama mempunyai andil yang sangat besar dalam usaha  memperjuangkan kemerdekaan negeri ini, tidak bisa dinihilkan. Justru mereka adalah garda terdepan memimpin para santri dan kaum muslimin  untuk berjuang dalam merebut Indonesia dan membuat penjajah hengkang dari  Indonesia.

Peranan ulama ini tentu saja mulai dimainkan sejak Islam masuk ke tanah air, hingga sampai melewati masa-masa penjajahan oleh bangsa-bangsa asing. Para ulama memainkan peran multifungsi tidak hanya dalam bidang pengajaran ilmu agama, melainkan juga dalam bidang politik dan militer. Para ulama pun melakukan penyadaran terhadap rakyat akan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan para penjajah serta menjelaskan hukum-hukum Islam  secara detil dan terperinci dalam menyelesaikan problematika kehidupan manusia.

Adanya Bahtsul Masail, sebagai bukti bahwa Islam tidak bisa dipisahkan dari negara. Islam sebagai agama yang memiliki aturan yang komprehensif mampu menjawab setiap permasalahan untuk mengatur kehidupan bernegara. Kemampuan sistem Islam (Khilafah) untuk mengatasi permasalahan umat, tidak lain karena Islam bersumber dari aturan sang pencipta manusia yaitu Allah swt yang paling mengetahui apa yang baik dan yang buruk bagi ciptaannya. Tanpa adanya sistem Khilafah yang menerapkan aturan Islam secara kaffah, mustahil Islam bisa diterapkan dalam kehidupan.

Imam Al Ghazali menempatkan posisi ulama dan umara sebagai penjaga otoritas agama. Rakyat yang rusak disebabkan penguasanya yang juga rusak. Sedangkan penguasa yang rusak pun diakibatkan oleh ulama yang rusak. Sebab rusaknya ulama karena dia lebih mencintai harta dan kedudukan. Padahal tugas sesungguhnya dari mereka adalah penjaga agama, mengontrol dan menasehati penguasa.

Dan saat ini pentingnya peran ulama dalam menjalankan fungsinya sebagai pewaris para Nabi dan penjaga misi kenabian sangat dibutuhkan oleh umat. Ditengah  krisis multi dimensi yang melanda   bangsa ini dan pembantaian serta penganiayaan terhadap umat Islam yang terjadi berulang-ulang, mengharuskan para Ulama sebagai tulang punggung  dalam memperjuangkan penerapan  syariat Islam dan Khilafah sebagai sebuah jawaban atas permasalahan yang dihadapi umat manusia didunia, untuk  terus menerus tanpa kenal lelah mendakwahkan dan mengopinikan Islam ketengah-tengah umat, agar umat sadar bahwa ketiadaan Khilafah membuat umat Islam bagaikan buih dilautan, jumlahnya banyak namun tidak
memiliki junnah sebagai pelindungnya.

Dan saat ini Khilafahlah yang ditunggu dan dirindukan umat sebagai penolong mereka dari berbagai kedzaliman dan keserakahan akibat penerapan sistem kapitalis sekuler,  agar  predikat umat Islam  sebagai umat mulia, umat terbaik (Khoiru Ummah) yang dilahirkan untuk manusia bisa kembali diraih. Wallahu A’lam

0 Response to "BAHTSUL MASAIL DAN PERAN ULAMA MASA KINI"

Post a Comment