-->

VIRUS CORONA JELAS MEMPERLIHATKAN KERAPUHAN REZIM KOMUNIS CHINA !


© Yuli S Ridwan, S.H.

Siapa yang pernah menduga, di akhir tahun 2019 akan muncul virus bernama corona jenis baru (2019-nCOV) di wilayah Wuhan, salah satu kawasan di China.

Sebagaimana fakta yang beredar, kemunculan virus corona tersebut, disebut-sebut erat kaitannya dengan pola konsumsi memakan makanan ekstrim, yang tersaji di Wuhan.

Seperti diketahui, China merupakan negara yang mengadopsi dua ideologi sekaligus. Untuk persoalan ekonomi, China berhaluan kapitalis. Sementara untuk persoalan politik praktis, China berhaluan komunis. 

Dampak dari dua ideologi kufur yang diadopsinya secara sekaligus itu, China saat ini menjadi juragan di bidang ekonomi kapitalis, dan tidak segan-segan menghantam lawan politiknya dengan mega proyek neo-imperialisme.

Jurus-jurus liberalisme pun dimainkannya untuk meraup sebanyak-banyaknya keuntungan materialistik. Nyaris, apa saja yang bisa menghasilkan materi maka diindustrialisasi. Termasuk jual-beli organ vital manusia, hal itu pun pernah terjadi di China. Begitulah busuknya rezim komunis yang tidak peduli petunjuk dan nilai agama.

Wabah virus corona baru (2019-nCOV), merupakan setitik dampak dari gaya hidup liar rezim komunis China, yang tidak memperdulikan konsep halalan-thoyyiban dalam mengkonsumsi asupan makanan dan minuman.

Hingga Februari 2020, virus corona masih belum reda wabahnya. Angka kematian mendadak yang terjadi karena dampak terpapar virus corona di China, masih melaju drastis.

Sebagaimana terlansir di visi muslim media pada Selasa (11/2/2020), bahwa jumlah orang yang terinfeksi telah melampaui 40.000 dengan lebih dari 1.000 orang meninggal. Pejabat berusaha meyakinkan masyarakat, sambil bergerak untuk memastikan pasokan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya tetap memadai.

Dari kabar kehebohan virus corona, selayaknya ini menjadi global warning, bagi pejabat publik dimana pun berada, untuk tahu diri.

Jelas bahwa, siapa saja yang mengabaikan peraturan dari Al Mudabbir, Allah Sang Maha Pengatur, akan menuai bencana demi bencana yang mencekam dunia.

Tidak menutup kemungkinan, virus corona yang mewabah di China, boleh jadi menjadi episode awal keruntuhan rezim komunis China.

Presiden China, Xi Jinping  ibarat sedang berada dalam kondisi terpenjara dengan kesombongannya sendiri. 

Meski sempat mengklaim akan menang melawan virus corona, tapi pada faktanya memperlihatkan China kewalahan lahir-bathin. 

Kini, kepada siapa lagi kesombongan rezim kapitalis-komunis China itu mau diobral? 

Sangat mudah bagi Allah Swt untuk melumpuhkan kondisi suatu negeri yang dipimpin dengan watak jahiliyyah. 

Suka atau pun tidak, sunnatullah pasti berlaku di sepanjang zaman. Kemaksiatan akan menuai bencana.

Allah Swt menegaskan (QS. 'Āli `Imrān):182 
(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.
~~

Dari kabar tragis ganasnya wabah virus corona, kita pun mendapati kisah indah dari saudara kita Muslim Uyghur, yang istiqomah semangat berjuang mempertahankan akidah Islam, meskipun rezim komunis China membenci mereka.

Dari sikapnya yang tawaqal, Muslim Uyghur bahkan rela menjual harta benda mereka untuk membantu redakan kesulitan di China, meski mereka kerap diperlakukan secara tidak manusiawi oleh rezim komunis China. 

Wajib dan selayaknya, setiap manusia belajar mengenal diri dan menyadari keberadaan Allah Swt, Sang pemilik langit dan bumi beserta apa-apa yang ada diantara keduanya.

Selagi rezim kapitalis-komunis China hilang arah, selagi dunia barat juga terkuras energinya dan semakin tidak berdaya menghadapi tentara Allah Swt di medan perang, inilah kesempatan bagi dunia Islam bahu-membahu menyusun bangunan sistem politik Islam. Karena hanya khilafah, tawaran shohih dari dunia Islam, yang mampu menjadi solusi problematika ummat. []

Darussalam, Banda Aceh.
13 Februari 2020 | 09:18 WIB

#RezimKomunisChinaPanik
#VirusCorona
#IslamSolusiNegeri
#KhilafahAjaranIslam

telegram @YuliSRidwan_Channel

0 Response to "VIRUS CORONA JELAS MEMPERLIHATKAN KERAPUHAN REZIM KOMUNIS CHINA !"

Post a Comment