-->

TEROWONGAN MESJID: DIALOG ANTARA ZAHAROFF DAN THEODOR HERZL


 

©️elfarakani

"Agama adalah api yang sangat panas yang bisa digunakan untuk meledakkan sebuah peperangan. Ledakannya sangat dahsyat". Ini adalah pernyataan Basil Zaharoff ketika berdialog dengan Theodor Herzl yang dikenal dengan bapak Zionis Modern.

Obrolan itu terjadi ketika Zaharoff akan membuat kekacauan di Istanbul. Dia mengusulkan untuk memasang salib di kubah Masjid Aya Shopia.Pemasangan salib besar itu melalui jalur terowongan bawah tanah, yang sudah terhubung antara gereja ortodoks Bangsa Armenia dengan Mesjid Aya Shopia.

Sehingga dengan terpasang salib di puncak masjid Aya Shopia itu akan terbangun sentiment agama kaum Nasrani Eropa, dan akan kembali menyulut peperangan. Dengan kondisi itu peperangan di ibu kota Turki Ustmani, maka Theodor Herzl dan bangsa Yahudi dengan mudah akan menguasai Palestina, yang nantinya akan disahkan oleh Inggris.

Begitulah rencana licik Basil Zaharoff dengan Theodor Herzl. Untuk menghancurkan Daulah Khilafah Turki, yang memang pada saat itu sedang dalam keadaan melemah. Namun rencana Zaharoff gagal. Karena ada satu anak muda jamaah dari gereja Ortodoks Armenia yang melaporkan rencana jahat itu ke Sultan Abdula Hamid II.

Itulah sedikit adegan dalam film sejarah Sultan Abdul Hamid II. Apakah adegan itu terjadi dalam sejarah yang sebenarnya. Biarlah ahli sejarah yang membuktikan fakta otentiknya. Namun pelajaran yang bias diambil dari film sejarah itu adalah sosok “Basil Zaharoff.”

Tidak banyak yang tahu siapa itu Zaharoff (October 6, 1849 – November 27, 1936) . Dia adalah sosok yang penting dibalik runtuhnya Kekhalifahan Turki ditangan Inggris. Bahkan dia adalah sosok penting dibalik terjadinya Perang Dunia I. Zaharoff lahir di Turki, pernah tinggal di Rusia, makanya dia menggunakan nama keluarga Rusia. Pernah tinggal di Inggris, Swedia, bahkan Amerika.

Dia digelari "merchant of death" and "mystery man of Europe". Sosok misterius dan raja tega, karena dia kaya raya di atas penderitaan orang lain. Dia juga digelari “penjual kematian”, karena dia bisnis peperangan. Dalam dunia bisnis senjata dikenal dengan Basil Zaharoff dalam menjalankan metode Zaharoff Systeme.

Zaharoff menjual kapal selam tersebut kepada Yunani dengan sedikit tipu-tipu. Di sisi lain, ia berhasil meyakinkan Turki bahwa Yunani memiliki sebuah senjata baru yang berbahaya. Karena takut dengan informasi itu, Turki memutuskan untuk membeli dua unit kapal selam.

Zaharoff lantas menjelaskan kepada Rusia bahwa sedang ada bahaya mengintai di Laut Hitam karena koleksi kapal selam Turki itu. Ia mendesak agar Negeri Beruang Merah dapat melindungi diri sendiri. Tentu saja, Rusia termakan provokasi itu dan juga membeli dua unit kapal selam.

Negara-negara tersebut terkena tipu muslihat Basil. Mereka membeli kapal selam yang mahal hanya untuk melihat besi-besi itu tenggelam atau pensiun sebelum beraksi. Ketika Turki menguji kedua unit kapal selam dan berupaya meluncurkan torpedo, kapal itu terbalik lalu karam.

Dengan system yang dia rancang itu akhirnya dia menjadi orang kaya, dengan harta melimpah ruah dari peristiwa Perang Dunia I. Zaharoff Systeme menjual senjata kepada kedua belah pihak yang bersengketa. Dengan sebelumnya memprovokasi melalui isu agama, politik.

Kita masih ingat tahun kemaren ketegangan hubungan antara Qatar dan Arab Saudi, lalu Qatar membeli persenjataan kepada US dan Arab Saudi pun membeli ke US, nah inilah penerapan yang sempurna dari Zaharoff Systeme.

Kalau menurut Jhon Pilger dalam buku Hidden Agendas, atau dalam buku Eye On the Money karya Terry Crowford cara-cara Zaharoff ini pernah terjadi pada kasus DOM Aceh dan kerusuhan Timor Timur (Timor Leste). Jadi, memang para pebisnis senjata sangat suka dengan konflik-konflik yang berbau SARA, karena dengan konflik itu senjata akan laku keras.

0 Response to "TEROWONGAN MESJID: DIALOG ANTARA ZAHAROFF DAN THEODOR HERZL "

Post a Comment