-->

Sistem Pendidikan Islam : Sistem Pendidikan Bebas Biaya


Penulis : Redaksi Guru Muslimah Inspiratif

Beberapa waktu lalu, terjadi polemik di masyarakat terkait pembayaran SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) melalui GoPay. Gopay, tepatnya Go Bill adalah salah satu fitur applikasi Gojek yang banyak dikenal sebagai penyedia layanan transportasi digital.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan, pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan atau SPP yang kini bisa pakai GoPay bukan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dia menyebutkan, penambahan fitur tersebut murni merupakan inovasi perusahaan, yaitu Gojek, dalam memenuhi persaingan pasar.

https://nasional.kompas.com/read/2020/02/20/15510881/polemik-bayar-spp-pakai-gopay-nadiem-sjebut-itu-hasil-kompetisi-pasar?page=all.

Nadiem Makarim sebelumnya adalah eks CEO Gojek, sehingga adaanya berita ini memicu dugaan di masyarakat adanya instruksi dari Menteri Pendidikan untuk kepentingannya.  Bantahan pun disampaikan, Nadiem menegaskan bahwa dirinya sudah melepas semua kewenangannya di perusahaan tersebut.  Maka, setiap sekolah bebas pun menentukan dan memilih metode pembayaran SPP .

Terkait pembiayaan pendidikan, sebenarnya ada perkara yang lebih mendasar dalam sistem Pendidikan yang harusnya menjadi perhatian.   Permasalahannya bukan cara membayarnya tapi bagaimana mewujudkan sistem Pendidikan yang bebas beaya atau tanpa membayar SPP dan biaya lainnya sekaligus mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Bukan bebas beaya tapi ala kadarnya. Dalam sistem saat ini, sekolah atau Pendidikan yang berkualitas identik dengan biaya tinggi. Sistem Pendidikan yang bebas biaya dan berkualitas akan memudahkan seluruh rakyat bisa mengakses pendidikan hingga terwujud generasi bangsa yang unggul.

Sebagaimana diketahui masih banyak masyarakat yang tidak bisa mengenyam Pendidikan, yang salah satunya lantaran kemiskinaan. Program Pendidikan kepada rakyat miskin, semisal  Kartu Indonesia Pintar memang sudah ada di negeri ini, tapi kualitasnya belum seperti yang diharapkan.
Angka partisipasi pendidikan oleh anak usia sekolah di Indonesia disebut meningkat tiap tahunnya. Di sisi lain, total jumlah anak putus sekolah di 34 provinsi negara ini masih berada di kisaran 4,5 juta anak.

Menurut studi yang dilakukan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (STC), ada berbagai alasan yang mendasari kondisi putus sekolah anak Indonesia. Dua penyebab terbesar adalah kemiskinan dan pernikahan dini.
 https://www.tempo.co/abc/4460/partisipasi-pendidikan-naik-tapi-jutaan-anak-indonesia-masih-putus-sekolah

Pendidikan adalah salah kebutuhan pokok manusia, dengannya manusia mendapatkan ilmu untuk kemashlahatan hidupnya baik Ilmu agama atau ilmu pengetahuan lain.

Karenanya, Islam tidak memberi peluang timbulnya kebodohan di tengah umat. Allah mewajibkan kepada setiap Muslim untuk menuntut ilmu dan membekali dirinya dengan berbagai macam ilmu pengetahuan untuk keperluan kehidupannya  dan kehidupan umat.

Rasulullah Saw bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib atas bagi setiap muslim."  Atas dasar ini, negara  wajib menyelenggarakan pendidikan bebas biaya bagi seluruh rakyatnya, termasuk membangun dan melengkapi segala sarana dan prasarana untuk kelancaran pengajaran berbaagai ilmu di setiap jenjang pendidikan. 

Sistem Pendidikan Islam adalah pendidikan bebas biaya, yang berarti pembiayaan pendidikan dalam Khilafah (sistem pemerintahan Islam) sepenuhnya ditanggung oleh negara melalui Baitul maal.
Dari mana anggaran tersebut diperoleh Khilafah?
Sistem keuangan berdasarkan syariat Islam telah memberi tuntunan tentang sumber-sumber pendapat negara termasuk peruntukannnya.

Bidang pendidikan akan dibiayai dari anggaran yang berasal dari pos fa’i dan kharaj yang merupakan kepemilikan negara seperti ghanimah, khumus (seperlima harta rampasan perang), jizyah dan dharibah (pajak insidental).

Bisa juga berasal dari pos kepemilikan umum seperti tanbang minyak dan gas, hutan, laut dan hima (milik umum yang telah dikhususkan penggunaannya).

Adapun pendapatan dari pos zakat tidak dapat digunakan untuk pendidikan, karena zakat mempunyai peruntukannya sendiri yaitu delapan golongan mustahik zakat seperti dalam QS AtTaubah 60.

Biaya pendidikan dari Baitul Maal, secara garis besar dibelanjakan untuk dua kepentingan, yaitu :

Pertama, untuk membayar gaji semua pihak yang terkait dengan pelayanan pendidikan seperti guru, dosen, karyawan, dan lain lain.

Kedua, untuk membiayai segala macam sarana dan prasarana pendidikan seperti bangunan sekolah asrama, perpustakaan buku buku pegangan dan sebagainya.

Dalil yang menunjukkan sistem pendidikan Islam bebas biaya dan menjadi tanggung jawab negara adalah ijma’ sahabat yang memberi gaji kepada para pengajar dari Baitul Maal dengan jumlah tertentu.  Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah dari Sadaqoh Ad Dimsyqi dari Al wadl iah bin Atha, bahwasanya ada tiga guru di Madinah yang mengajar anak-anak.  Khalifah Umar bin Khattab memberi gaji 15 dinar ( 63,75 gram emas).

Begitu juga tindakan Rasulullah telah menentukan tebusan tawanan perang badar berupa keharusan mengajar sepuluh kaum muslimin.

Sistem Pendidikan Islam bebas biaya telah menghantarkan lahirnya generasi  generasi unggul pada masanya, karena peluang, kemudahan dan dukungan dalam menuntut ilmu yang luar biasa.   Semua itu dilakukan oleh penguasanya yang berperan sebagai pengurus urusan umat.

Diolah dari berbagai sumber

==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Facebook : https://www.facebook.com/GuruMuslimahInspiratif/
Telegram : t.me/GuruMuslimahInspiratif

0 Response to "Sistem Pendidikan Islam : Sistem Pendidikan Bebas Biaya"

Post a Comment