-->

PSI DAN PANSUS BANJIR JAKARTA MAU JEGAL ANIES


by Tarmidzi Yusuf

Partai gurem PSI mau jegal Anies. Salahnya Anies apa? Yang memulai politik identitas dan ras itu siapa? Maling teriak maling namanya.

Fakta ketika Pilgub DKI Jakarta 2017. Cina keterunan mayoritas pilih Ahok. Yang beragama selain Islam mayoritas juga pilih Ahok. Pendukung Anies tidak ribut tuh ketika PSI yang merasa paling Pancasila memilih orang satu ras dan satu agama dengan PSI.

PSI teriak-teriak politik identitas dan politik sara karena secara kuantitas jumlah kalian jauh dari umat Islam, 85%. Tidaklah mungkin 15% bisa mengalahkan 85%. Penebaran propaganda politik identitas dan politik sara untuk meracuni pemilih Islam.

Bukan kinerja Anies saja yang PSI serang. Karakter Anies pun dibunuh (character assassination).

Pembunuhan karakter atau perusakan reputasi adalah usaha-usaha untuk mencoreng reputasi seseorang. Tindakan ini dapat meliputi pernyataan yang melebih-lebihkan atau manipulasi fakta untuk memberikan citra yang tidak benar tentang orang yang dituju. (wikipedia)

PSI masih sakit hati karena Ahok kalah. Tambah sakit hati lagi ketika proyek bos PSI di pulau reklamasi ditutup Anies.

Buslit PSI memperjuangkan kepentingan rakyat. Yang PSI perjuangkan adalah kepentingan penyokong dana PSI.

Mungkin PSI termasuk partai paling happy ketika DPRD DKI Jakarta bakal bikin Pansus Banjir.

7 Fraksi katanya dah ok. Tujuannya, cari solusi banjir. Bukan pribadi Anies yang bakal dikuliti. Tentu saja kinerja mengatasi banjir. Tidak politik. Betulkah?

DPRD lembaga politik. Rasanya sulit untuk tidak bicara politik. Apalagi Anies Baswedan sedang dicari-cari salahnya. Bukan pribadi Anies Baswedan yang diserang. Kinerja Anies makin moncer. Popularitas Anies paling tinggi. Segelintir pihak ketar ketir melihat peluang Anies menuju 2024.

Pansus Banjir memang tidak mungkin menjatuhkan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta. Yang hendak dijatuhkan adalah popularitas dan elektabilitas Anies. Tapi, tidak menutup kemungkinan itu dilakukan.

Citra Anies sebagal Gubernur DKI Jakarta yang 'gagal' mengatasi banjir bakal jadi isu nasional. Sehingga popularitas dan elektabilitas Anies jeblok. Setidaknya itulah keinginan pembenci Anies.

Setali tiga uang telah dibuktikan melalui survei Parameter Politik Indonesia (PPI) - Politica Research and Consulting (PRC). Upaya menggiring publik melalui isu banjir setidaknya telah dilakukan PPI. Anies versi PPI elektabilitasnya jeblok dibawah Sandiaga Uno dan Ganjar Pranowo.

Beda dengan survei Indo Barometer. Posisi elektabilitas Anies nomor dua setelah Prabowo.

Dengan adanya Pansus Banjir akan menahan laju popularitas dan elektabilitas Anies. Syukur-syukur bisa jeblok. Apalagi event Formula E bakal melambungkan nama Anies Baswedan baik nasional maupun internasional. Wajar kalau ada yang makin sewot.

Padahal, Pansus Jiwasraya lebih penting. Lebih greget untuk membongkar skandal perampokan uang rakyat yang membungkam PSI dan partai yang menjual Pancasila sebagai dagangan politik.

Bandung, 3 Rajab 1441/27 Februari 2020

0 Response to "PSI DAN PANSUS BANJIR JAKARTA MAU JEGAL ANIES"

Post a Comment