-->

PERNYATAAN YUDIAN WAHYUDI MENJADI PEMBATAS TEGAS ANTARA ISLAM DENGAN PANCASILA


_"Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,"_ *(Yudian Wahyudi, 12/2).*

Awalnya, umat Islam terbelah memandang Pancasila. Setidaknya, ada tidak arus utama pandangan umat Islam terhadap Pancasila.

Pertama, Pancasila dipahami sejalan dengan Islam, baik norma maupun aplikasinya. Kedua, Pancasila bertentangan dengan Islam secara norma namun aplikasinya yang bermasalah. Ketiga, Pancasila bertentangan dengan Islam baik secara norma maupun aplikasi.

Kelompok kedua, meskipun memandang Pancasila baik secara norma namun sesungguhnya di batinnya tetap tidak bisa membenarkan. Hatinya hanya mau menerima pandangan akidah yang benar hanyalah Islam, aturan yang benar hanya bersumber dari Islam, bukan Pancasila.

Namun kelompok kedua ini, tidak mau terbuka menyampaikan pandangannya, karena khawatir akan mengalami ujian dan kesulitan dalam kehidupan dan dalam dakwah. Berbeda dengan kelompok ketiga, yang jelas menolak Pancasila baik norma terlebih lagi aplikasinya, karena nyata bertentangan dengan Islam.

Kelompok ketiga, juga sudah siap menanggung beban ujian dan konsekuensi menyatakan kebenaran. Kelompok ketiga, hanya yakin bahwa kemenangan itu ditentukan oleh Nasrullah, bukan dukungan dan perlindungan Manusia.

Namun pasca pernyataan Yudian Wahyudi, yang secara terbuka menyebut agama adalah musuh terbesar Pancasila, seharusnya segenap elemen umat Islam tersadar. Bahwa Pancasila memang tidak Islami, dan mulai melakukan aktivitas dakwah secara terbuka untuk menentang ajaran atau paham selain ajaran Islam.

Umat Islam wajib terbuka membuka topeng Pancasila, menunjukan borok boroknya, serta menelanjangi kemunafikan para pengusungnya. Pengusung Pancasila, tak lebih gerombolan liberal seperti Yudian Wahyudi, juga Koruptor seperti Romi dan Imam Nahrawi.

Pengasong Pancasila juga kelompok Harun Masiku, dan mereka yang mengkorupsi Jiwasraya. Mereka, yang terlibat korupsi BLBI dan Century.

Pendukung Pancasila adalah DN Aidit yang jelas komunis, juga Soekarno yang mencampuradukkan antara hak dan batil melalui ajaran Nasakom.

Rasulullah dan para sahabat tidak pernah memperjuangkan Pancasila. Para ulama terdahulu, berjuang untuk merdeka karena ingin menerapkan syariat Islam.

Soekarno saja yang mengkhianati perjuangan ulama yang sejak awal berjuang untuk menegakkan syariat Islam. Soekarno lah yang mengkhianati para ulama, setelah berkompromi melalui piagam Jakarta, kemudian secara sepihak Soekarno mencoret kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.

Mulai saat ini wahai umat Islam, buatlah batas antara kalian dengan DN Aidit. Buatlah pembatas, antara kalian dengan pengkhianat perjuangan para ulama terdahulu.

Ulama kita menginginkan syariat Islam, agama kita memerintahkan menerapkan syariat Islam, bukan Pancasila. Kita tentu kelak tidak ingin dikumpulkan dengan DN Aidit, karena sama-sama membela Pancasila.  

Kita hanya ingin dikumpulkan dengan Rasulullah, dengan para sahabat, para imam Mujtahidin, para syuhada, para ulama, dan segenap kaum beriman. Kita hanya ingin menerapkan syariat Islam, bukan komunisme yang menolak ajaran agama, bukan Pancasila yang menuding agama (Islam) sebagai musuh terbesar. [].

Penulis : Nasjo

0 Response to "PERNYATAAN YUDIAN WAHYUDI MENJADI PEMBATAS TEGAS ANTARA ISLAM DENGAN PANCASILA"

Post a Comment