-->

Menjadi Thufail bin Amr zaman ini


Oleh : Gen Saladin | @gen.saladin | t.me/gensaladin

Diantara salah satu kisah menyejarah para sahabat Nabi, ialah kisah masuk Islamnya Thufail bin Amr Ad Dausy. Siapa beliau? Thufail bin Amr Ad Dausy bisa dibilang adalah sastrawan paling tenar di jagad arabia kala itu. Kata-katanya indah, cerdas lagi memukau.

Di saat yang sama, Thufail bin Amr Ad Dausy juga saudagar dan pembesar masyarakat Yaman. Tatkala beliau sampai di Makkah, bermula kisah. Orang kafir Quraisy berkali-kali ingatkan pada Thufail agar tidak mendekati seseorang bernama Muhammad. Mereka bilang Muhammad itu penipu.

Provokasi dan propaganda dilakukan oleh pembesar kafir Quraisy agar Thufail menjauh dari seseorang yang bernama Muhammad. Apa reaksi Thufail? Pertama-tama, ia bahkan menutup telinganya dengan kapas, muncul di hatinya rasa was-was jikal nanti bertemu Muhammad yang dibingkai oleh ‘media’ quraisy sebagai penipu.

Namun seiring waktu, beliau berfikir jernih, “Wahai Thufail, engkau ini sastrawan besar, engkau pasti telah ahli menilai sebuah perkataan, kenapa tidak kau coba dengarkan terlebih dahulu perkataan Muhammad, jika salah maka engkau tahu, jika benar engkaupun bisa menilai” katanya. Maka ia tak mentah-mentah menelan apa kata Quraisy. Ia cari kebenarannya.

Akhirnya, benar, setelah Thufail datangi Rasulullah dan mendengar ayat-ayat Qurani, ia berujar girang bahagia, “Demi Allah, aku belum pernah mendengar kalam yang lebih baik dari perkataannya, tak ada pula yang lebih adil dari ini, saksikan keislamanku.”

Di akhir kisah melegenda ini, Thufail akhirnya pulang ke Yaman dengan iman bersemayam di hatinya. Tahun 7H ia bawa 70 keluarga muslim, mengislamkan banyak orang termasuk diantaranya Abdurrahman bin Shakhrin Al Azdy, atau yang kita kenal sebagai 'Abu Hurairah’.

Berikut hikmah singkatnya; kaum kafir berusaha mengalihkan kejernihan fikiran kita dengan lisan perbuatan dan provokasi mereka. Kebenaran ditutupi mereka dengan propaganda, hingga nyaris fikiran jernih kita kadang terkeruhkan dengan media mereka yang bercorong dusta.

Maka perhatikan, layaknya Thufail bin Amr Ad Dausy, kembali ke hati paling dalam, dan jernihlah memilah berita, jangan asal terima media. Sebab hari ini yang menista agama dibela propaganda hingga jadi kebal hukum. Yang suarakan kebenaran malah dibiarkan walau seterang mentari.

Mari menjadi Thufail Ad Dausy dalam check and recheck apa framing media. Buka mata, buka hati, "kebenaran hanya satu", begitu kan kata Conan Edogawa.

0 Response to "Menjadi Thufail bin Amr zaman ini"

Post a Comment