-->

MENIKMATI KOPI BERCUKAI TINGGI DALAM DEMOKRASI


©️elfarakani

Menteri yang katanya terbaik, sudah mengusulkan ke DPR agar kopi kemasan, minuman kemasan dan minuman yang berkarbon harus dikenakan cukai. Dengan nominal cukup beragam, antara Rp 1000-2000 perliter.

Dengan proyeksi pendapatan seperti di bawah ini:
1. Teh kemasan akan dikenakan cukai, karena potensi cukai dari teh sekitar 2,7 triliyun/tahun.
2. Minuman berkarbonasi, potensi sekitar 1.7 triliyun/tahun
3. Kopi kemasan, potensi sekitar 1,85 triliyun.

Totaly sekitar 6, 25 triliyun/pertahun

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20200219115244-532-476047/sri-mulyani-akan-pungut-cukai-minuman-energi-dan-kopi-kemasan?utm_source=facebook&utm_medium=oa&utm_content=cnnindonesia&utm_campaign=cmssocmed

UANG NEGARA 50 TRILIYUN DIHAPUS DARI PENGUSAHA

Sementara di dalam RUU Omnibus Law pemerintah berencana menghilangkan ROYALTI dari sektor Minerba. Royalti sektor Minerba masuk dalam Penadapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tahun 2018 saja royalti Minerba setor ke negara sekitar 50 triliyun. Kalau aturan ini dicabut,  maka negara akan kehilangan sekitar 50 triliyun dari sektor minerba.

https://kumparan.com/amp/kumparanbisnis/royalti-batu-bara-mau-dihapus-sri-mulyani-dan-wamenkeu-bungkam-1slgwIEtD68

Rezim ini sepertinya hobi mengejar uang rakyat dari minuman kemasan yang hanya sekitat 6 triliyun dan merelakan 50 triliyun hanya karena yang 50 T itu berasal dari para penguasa uang yang mengendalikan para elit poiltik di negeri ini.

So, inilah sejatinya demokrasi, yang berhak membuat hukum adalah para segelintir elit partai yang dikendalikan oleh para pemilik modal.

Para pemilik modal dibisnis esek-esek atau selangkangan akan berusaha keras untuk menolak aturan yang akan merugikan usaha mereka melalui anggota DPR, para menteri, LSM, staff ahli. Mereka akan masuk lewat bantuan-bantuan dana kampanye, atau bahkan makelar-makelar politik.

Para pemilik modal di bisnis Sumber daya alam akan menolak peraturan yang berpihak pada rakyat, mereka akan berjuang lewat DPR, LSM, pressure group, interest group, bahkan para elit mafia hukum atau istilah kerennya "staff ahli". Agar aturannnya tidak merugikan mereka.

Masih percaya?

#cukupIslam
#khilafahajaranIslam

0 Response to "MENIKMATI KOPI BERCUKAI TINGGI DALAM DEMOKRASI"

Post a Comment