-->

JERITAN PILU DI INDIA, SIAPA YANG MENDENGAR?


Andai yang membawa alat pukul itu seorang Muslim. Pasti dunia 'kan menjadi gaduh. Sebutan ekstremis, fundamentalis, radikalis dan teroris pasti 'kan disematkan. Bahkan terus-terusan diteriakan. Sehingga seluruh Muslim di dunia seolah menjadi pesakitan yang tertuduh.

Sayangnya itu hanya 'andai'.

Sakit rasanya hati ini. Melihat gambar-gambar yang tengah berbicara. Tentang sebuah ketidakadilan dan kezaliman. Buah dari ketamakan para penguasa culas. Buah sistem rusak terlaknat.

Jeritan pilu menahan lara teredam suara-suara sengit kaum mayoritas. Yang ada hanya rasa remuk redam dalam dada. Sedangkan badan berdarah-darah tak dirasa. Siapa yang mendengar? Tidak ada.

Ya, demokrasi memang sangat peduli suara-suara mereka. Sedangkan eksistensinya ingin segera disingkirkan. Itulah standar ganda demokrasi terhadap mereka yang disebut Muslim.

Sungguh belum habis tangis di Palestina. Belum usai teriakan sedih di Suriah. Belum tuntas pedih perih melihat Muslim Rohingya terlunta-lunta. Belum reda menahan lara melihat derita Muslim Uighur di Xinjiang. Kini, jeritan pilu terdengar dari  India.

Ya Allah, semoga Engkau segera menghapus tangis kami di Palestina, menghilangkan teriakan sedih kami di Suriah, mengobati pedih perih Muslim Rohingya yang ikut kami rasakan, meredakan lara derita Muslim Uighur di Xinjiang dan melenyapkan jeritan pilu kami di India.

Ya Rabbul Izzah, semoga Engkau segera gantikan jeritan pilu, luka lara, tangis dan teriakan sendu dari kaum Muslimin itu dengan rasa aman, damai dan tentram dalam naungan Khilafah. Sebagaimana rasa aman, damai dan tentram seorang anak dalam pelukan ibunda. Aamiin.

@JannatuNaflah23

#ShameOnYouIndia #KhilafahProtectsUmmah

Catatan:

Innalillahi wa innailaihi rooji'uun.

Sedikitnya 21 kaum Muslimin tewas dalam upaya mempertahankan hak dan kehormatannya di tengah bentrokan antara warga Hindu dan Muslim di New Delhi, India.

Pict: twitter

0 Response to "JERITAN PILU DI INDIA, SIAPA YANG MENDENGAR?"

Post a Comment