-->

Dua Musuh Manusia


Al-Qura'an adalah petunjuk (Hudan), maka fungsinya menunjukkan. Setiap informasi yang terkadung di dalamnya tidak sedikitpun menyimpan keraguan bagi orang beriman sekaligus petunjuk bagi manusia. Sebagai alat ukur, al-Qura'n menjadi standar untuk menimbang setiap ucapan, tindakan dan perbuatan manusia.
.
Salah satu informasi penting dalam al-Qur'an yang ditujukkan langsung kepada manusia (An-Naas), ialah siapa sebenarnya musuh manusia itu. Sifat musuh itu jahat, mengancam serta membahayakan posisi manusia di akhirat kelak nanti. Musuh itu tiada lain adalah Jin dan Manusia.
.
Jin merupakan musuh bagi manusia. Setiap saat ia akan selalu mengintai, memalingkan manusia melalui bisikan-bisikan halus yang tersembunyi, hingga tidak disadari bahwa manusia telah tertipu oleh bisikan-bisikannya yang menghujam ke dalam dada manusia.
.
Melalui bisikannya itu, manusia dibuat terlena, terpukau oleh kemaksiatan yang dibuat seakan-akan itu perbuatan baik benar dan tidak berakibat apa-apa bagi kehidupannya. padahal itu adalah bentuk kejahata ( syarr) yang sangat berbahaya dan mengancam eksistensi manusia
.
Selain Jin, musuh kedua yang berbahaya bagi manusia  adalah manusia itu sebdiri. Bahkan musuh ini lebih berbahaya dibanding musuh yang pertama, karena ia memiliki potensi yang luar biasa yaitu potensi akal dan nafsu. Melalui akal dan nafsu inilah, manusia berpotensi menjadikan dirinya sebagai Tuhan.
.
Potensi Tuhan yang ada pada diri manusia terjadi ketika ia berkolaborasi dengan syaitan menegasikan peran Allah subhanahu wata'la sebagai Maha Pengatur, Maha Penguasa dan Tuhan Yang berhak untuk disembah (Ilah), hingga mereka membuat kesepakatan baru untuk menentang Allah Subhanahu Wata'la
.
Jika Allah sudah tidak difungsikan sebagai Rabb (pengatur), Malik (Penguasa) dan Ilah (Tuhan yang layak disembah) manusia, maka dalan waktu yang sama ia pasti akan membuat aturan-aturan kehidupan bagi diri, keluarga, masyarakatnya. Jika kekuasaan Allah ini dibajak oleh manusia, maka dalam waktu yang sama manusia akan menjadi tuhan yang berdaulat secara penuh mengatur semua aspek kehidupannya berdasarkan nafsu dan kesepakan-kesepakatan yang telah disepakatinya. Jika demikian, maka hakikatnya tauhid Rububiyyah, Mulkiyyah dan Uluuhiyyah sudah hilang pada diri manusia, maka dalam waktu yang sama fungsi Allah sebagai Tuhan sudah ditolak, bahkan tertolak oleh hawa nafsu yang bercokol pada dirinya.
.
Pada kondisi inilah, informasi yang Allah sampaikan dalam suroh An-Naas menjadi sangat penting dan berharga bagi manusia. Melalui informasi itu, manusia menjadi tau siapa kawan dan siapa lawan. Manusia juga tahu siapa yang melindungi dan siapa yang mengancam. Serta dalam informasi penting itu manusia ditunjukkan bagaimana cara menghadapi kejahatan-kejahatan bisikan syaitan baik yang berbentuk Jin dan Manusia.
.
Isti'aadzah ( memohon perlindungan) kepada Allah Subhanahu Wata'la itulah satu- satunya cara yang Allah ajarkan pada kita untuk menangkal bahaya kedua musuh di atas. Menangkal bahaya sihir dan segala tipu daya syaitan, Rasulullaah Shallahu alayhi wasallam dengan mencontohkan melalui  Ruqiyyah Syar'yyah dengan do'a dan bacaan al-Qura'an yang telah dicontohkan nabi dalam Sunnahnya, sedangkan cara dan upaya yag dilakukan untuk menangkal musuh yang bernama manusia kecuali hanya dengan menjalankan semua aturan-aturan Allah ( Islam) dalam semua aspek kehidupan secara menyeluruh dan sempurna.

Walllaahu A'lam Bi al- Shawwaab

Intisa Kajian Tafsir Tanwwir al-Miqbaas Min Tafsir Ibn Al-Abbaas dengan metode Talaqqy
Masjid Jaami' Al-Hidayah Ciwareng Purwakarta

Azi Ahmad Tadjudin
Mudir Ma'had Uswatu Hasanah Cipaisan Purwakarta

0 Response to "Dua Musuh Manusia"

Post a Comment