-->

APAKAH ANDA MASIH MEMBELA PANCASILA SETELAH TAYANGAN ILC ?

Sujiwo Tejo menganggap remeh soal omongan Yudian Wahyudi, dan meminta memaafkan. Bahkan, dengan berseloroh meledek methode Ru'yatul Hilal yang merupakan aktivitas penting dalam menentukan Ramadhan atau Idul Fitri, dengan menyebut khawatir yang dilihat bulannya China. 

Ajaran agama juga semakin permisif diperbincangkan tanpa ilmu. Kelompok yang membela BPIP, terlihat dari kalangan yang selama ini berseberangan dengan umat Islam.

Semakin disimak, semakin nyata bagaimana posisi Pancasila dengan Islam. Sudah cukup, umat ini berusaha melegitimasi Pancasila dengan berbagai Dalih. Cukuplah Islam yang kita bela, sebab di akhirat kelak kita hanya akan dimintai pertanggungjawaban berdasarkan standar Islam.

Sikap kompromi kita kepada kaum liberal, kaum sekuler, kaum atheisme, kaum Komunis, yang berkelindan dibalik Pancasila, telah membuat kita kehilangan energi untuk membela dan memperjuangkan Islam dengan terus memberi kredit kekuasaan mereka dengan melegitimasi Pancasila. Padahal, jika kita berlepas diri dari mereka, hanya terikat dan melegitimasi Islam, perjuangan penegakan Islam jauh lebih mudah dan lebih cepat menuju tujuan.

Dalam sistem sekuler ini, agama di jadikan musuh, agama dijadikan olok olok, dijadikan mainan. Dahulu, para pejuang, para mujahid, para ulama,  hanya berjuang demi Islam, demi tegaknya syariat Islam.

Kemudian kaum sekuler, kaum nasionalis, membajak perjuangan memaksa umat Islam untuk berkompromi. Mereka, kemudian memenjara syariat, menerapkan hukum warisan penjajah.

Padahal spirit Islam lah yang memerdekakan bangsa ini. Bukan Pancasila, Pancasila baru muncul setelah negeri ini dimerdekakan oleh para Mujahid dan Ulama.

Saat sidang konstituante, ketika elemen ulama dan umat Islam sedang berusaha menyusun konstitusi yang sejalan dengan Islam, Soekarno secara sepihak mengeluarkan dekrit dan menjungkalkan upaya ulama di sidang konstituante. Berdalih kegentingan, Soekarno mengambil alih kendali konstitusi.

Jika dahulu para ulama, kaum muslimin sudah dikhianati perjuangannya, itu tidak boleh terjadi pada hari ini. Umat ini wajib fokus hanya membela dan memperjuangkan syariat Islam, bukan yang lainnya.

Dahulu, para ulama baik NU maupun Muhammadyah berkumpul di Masyumi, hanya karena spirit ingin menerapkan syariat Islam, bukan Pancasila yang saat itu juga telah dipaksakan. Kakek buyut kita pejuang Islam, karena itu kita juga musti menjadi pejuang Islam, bukan pejuang Pancasila. 

Bismillah, mari kita berjuang, mari rapatkan barisan, mari kita gaungkan Kalam Islam. Satu tujuan kita, Hukum Allah SWT tegakkan ! [].

Opini Nasrudin Joha
Siapa yang tidak kenal dengan namanya, tulisan-tulisannya banyak betebaran di media masa, menuai pro dan kontra, sampai saat ini belum ditemukan, siapa dibalik Nasjo

0 Response to "APAKAH ANDA MASIH MEMBELA PANCASILA SETELAH TAYANGAN ILC ?"

Post a Comment